• flag

    TIKET PESAWAT CITILINK

    CITILINK

Tentang Maskapai Citilink

Citilink (PT Citilink Indonesia) adalah maskapai penerbangan dari Indonesia yang sekaligus juga anak perusahaan dari maskapai pemerintah, yaitu PT Garuda Indonesia. Citilink merupakan maskapai yang bersegmen penerbangan bertarif rendah atau berbiaya murah (Low Cost Carrier).

Berdasarkan tonggak sejarahnya, secara resmi, Citilink didirikan pada tahun 2001 sebagai Strategic Business Unit (SBU) dari Garuda Indonesia yang ditujukan untuk menjadi salah satu alternatif baru dari penerbangan berbiaya murah di Indonesia. Hal itu salah satunya dipicu juga oleh adanya deregulasi penerbangan yang terjadi di era reformasi sehingga menyebabkan munculnya banyak maskapai penerbangan berbiaya murah.  

Citilink memulai penerbangan pertamanya pada tahun 16 Juli 2001 dengan armada pesawat Fokker. Penerbangan pertama tersebut dimulai dengan rute Surabaya (SUB)-Balikpapan (BPN)-Tarakan (TRK). Pada masa itu, Citilink memiliki beberapa unit armada pesawat Fokker-28 yang merupakan armada bekas maskapai induk perusahannya yaitu Garuda Indonesia. Saat itu, Citilink dikenal oleh masyarakat dengan armada pesawatnya yang bercorak bunga dengan warna-warni yang sangat mencolok. Dengan berbekal armada pesawat Fokker inilah kemudian Citilink mampu mewujudkan sekaligus menjalankan misi Garuda Indonesia dalam menciptakan segmen penerbangan berbiaya murah (Low Cost Carrier).

Pada masa perkembangannya itu, Citilink terus melakukan regenerasi armada pesawat Fokker-28, hingga tepatnya sekitar tahun 2004, Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan melakukan transfer pesawat Boeing 737-300 miliknya ke Citilink. Regenerasi serta transfer armada pesawat ini berpengaruh besar bagi Citilink. Daya angkut Citilink menjadi meningkat hingga sekitar 130 orang atau penumpang setiap penerbangannya. Citilink juga memperluas jaringannya melalui pembukaan hubungan dan penerbangan di bandara Juanda, Surabaya.

Usaha berkembang yang dilakukan maskapai Citilink bukan tanpa hambatan. Salah satu hambatan yang muncul adalah adanya persaingan yang kuat antarmaskapai di segmen Low Cost Carrier. Untuk mengatasi kondisi ini, Citilink menjalankan berbagai strategi di antaranya adalah melakukan penurunan harga tiket dan juga memperluas rute ke berbagai kota di Indonesia salah satunya adalah kota-kota di wilayah Indonesia Timur.

Akan tetapi, upaya yang telah dilakukan tersebut tidak menghasilkan perubahan yang signifikan. Akhirnya, pada Januari 2008, Citilink memutuskan untuk berhenti beroperasi sementara dan direstrukturisasi oleh Garuda Indonesia sebagai perusahaan induknya. Selama masa tersebut, tepatnya dari Januari hingga Mei 2008, Citilink bertransformasi salah satunya dalam bentuk peremajaan brand. Citilink kembali muncul dan hadir di dalam daftar maskapai penerbangan bersegmen Low Cost Carrier (LCC) dengan membawa tagline "Enjoy Simplicity". Citilink hadir dalam bentuk branding yang baru yaitu warna merah maroon pada tailfin armada pesawat mereka. Selain itu, Citilink juga mendapatkan berbagai investasi saham yang cukup besar untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Pembenahan dan pengembangan itu pun salah satunya dilakukan melalui pembelian beserta penambahan armada pesawat boeing 737-300 baik dari maskapai dalam maupun luar negeri.

Pengembangan lainnya yang dilakukan adalah melalui pemindahan kantor pusat Citilink yang awalnya bergabung dengan Garuda ke Surabaya. Kantor pusat yang berada di Surabaya itu juga sekaligus ditetapkan sebagai base operations dari Citilink. Setelah semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan, pada awal tahun 2011, PT Garuda Indonesia sebagai maskapai induk dari Citilink membuat keputusan untuk melakukan spin-off terhadap maskapai Citilink. Hal itu berarti Citilink tidak lagi hanya menjadi SBU dari Garuda Indonesia, melainkan dibentuk sebagai sebuah maskapai sekaligus perusahaan yang independen sekaligus berdiri sendiri. Pada Januari 2012, Citilink telah diresmikan menjadi sebuah maskapai yang berdiri sendiri melalui surat izin yang dikeluarkan oleh DKUPPU Departemen Perhubungan.

Sejak saat itu, rebranding Citilink sebagai maskapai yang independen terus dilakukan. Salah satunya dengan pembelian armada pesawat Airbus A320 dan 25 armada Airbus A320neo yang didatangkan langsung dari pabrik armada Airbus di Toulouse, Perancis, demi peningkatan pelayanan Citilink yang lebih maksimal di masa mendatang. Citilink terus berfokus pada segmen pasar di taraf penerbangan berbiaya rendah (Low Cost Carrier). Citilink juga memulai usahanya dalam mendapatkan Air Operator's Certificate (AOC) yang rencananya baru akan diterbitkan pada Juli 2012. Secara resmi, tepatnya pada tanggal 30 Juli 2012, Citilink mulai beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah dari garuda Indonesia setelah mendapatkan Air Operator's Certificate (AOC). Sebagai maskapai dengan segmen LCC, Citilink siap bersaing dengan maskapai lainnya dalam segmen yang sama seperti AirAsia dan Lion Air.

Citilink mulai beroperasi dengan menggunakan logo, seragam, dan tanda panggil baru yang berbeda dengan maskapai induknya yaitu Garuda Indonesia. Berbagai pembaruan dan peningkatan pelayanan pun dilakukan mulai dari penyegaran logo, interior pesawat, seragam pramugari, hingga sistem pemasarannya. Seragam pramugari Citilink sendiri berwarna hijau yang sesuai dengan warna armada pesawat Citilink. Seragam pramugari yang berwarna hijau ini diresmikan oleh Citilink setelah menyelenggarakan kontes desain seragam baru bagi Citilink pada tahun 2011. Kontes tersebut juga merupakan salah satu program yang termasuk dalam usaha rebranding Citilink. Warna hijau diharapkan dapat merepresentasikan sekaligus memberikan citra maskapai Citilink yang mencolok, modern, sekaligus cerdas dalam hal pelayanan penerbangan kepada masyarakat luas.

Perkembangannya yang mengalami kemajuan pesat serta performa pelayanan yang meningkat tersebut kemudian mengantarkan Citilink meraih beberapa penghargaan yaitu di antaranya adalah penghargaan "Leading Low Cost Airline 2011/2012" oleh Travel and Tourism Foundation, "Best Overall Marketing Campaign" dan dalam acara The Budgies and Travel Awards 2012, dan "Service to Care 2012/2013" dalam airlines category dari Markplus Insight yang diraih dua tahun berturut-turut. Penghargaan terbaru yang diraih oleh Citilink adalah Citilink dinobatkan sebagai Maskapai Penerbangan Nasional Terbaik dalam kategori Transportasi yang diberikan dalam penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2012 serta penghargaan sebagai "Leading Low Cost Airlines 2012/2013" dari ITTA Foundation.

PELAYANAN CITILINK

Citilink menghadirkan beberapa layanan yang dapat memberikan kenyamanan bagi penumpangnya. Layanan yang dihadirkan Citilink adalah sebagai berikut.

Fasilitas Penerbangan Kelas Ekonomi

Sebagai maskapai dengan segmen Low Cost Carrier (LCC), Citilink menghadirkan layanan kelas ekonomi dengan standar pelayanan seperti kursi pesawat yang cukup nyaman, bagasi 20 kg, bagasi kabin 7 kg.

Penyediaan makanan dan minuman gratis tidak termasuk dalam fasilitas ini. Citilink juga tidak menyediakan fasilitas hiburan atau in-flight entertertainment, melainkan hanya menyediakan bahan bacaan berupa majalah mengenai destinasi wisata Citilink.

Jika Anda menginginkan kursi yang lebih nyaman, Anda dapat memesan preffered seat yang berada di tiga baris terdepan dengan menambah biaya penerbangan. Preffered Seat atau yang dikenal juga dengan Advance Seat Request (ASR) ini tergantung pada ketersediaan kursinya. Pihak Citilink memiliki hak untuk mengatur dan menetapkan kursi sesuai dengan pemesanan yang sudah dibayar.

Citilink Cafe

Harga tiket Citilink belum termasuk untuk makanan dan minuman, oleh karena itu, Citilink menyediakan layanan Citilink Cafe yaitu layanan penjualan makanan, minuman, beserta souvenir yang akan ditawarkan oleh awak kabin Citilink di dalam pesawat selama penerbangan berlangsung.

Penumpang dapat membeli makanan dan minuman tersebut melalui dua cara yaitu memesan langsung saat di pesawat selama penerbangan berlangsung, atau dapat memesan lewat situs resmi Citilink. Pemesanan lewat situs ini disarankan bagi Anda yang memesan makanan untuk kebutuhan orang banyak (group booking).

Pemesanan makanan dan minuman khusus untuk orang banyak (group booking) ini hanya tersedia di kota Jakarta (Cengkareng dan Halim), Surabaya, Makassar, dan Denpasar (Bali). Ketentuan pemesanan makanan dan minuman ini adalah sebagai berikut.

  • Pemesanan dilakukan melalui situs resmi Citilink di www.citilink.co.id.
  • Dalam satu flight, minimal jumlah order makanan dan minuman adalah untuk lima orang.
  • Pemesanan sebaiknya dilakukan 4 hari sebelum saat keberangkatan. Tentukan pilihan menu dan isi form yang tersedia secara detail yang bisa didapatkan di situs Citilink. Setelah itu, kirimkan form tersebut ke alamat e-mail mealorder@citilink.co.id dan sob@citilink.co.id.
  • Pembayaran pemesanan dilakukan dengan cara transfer ke rekening bank tertentu sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh pihak Citilink. Bukti transfer tersebut dikirimkan melalui e-mail paling lambat 3 hari sebelum jadwal keberangkatan ke alamat email sob@citilink.co.id.
  • Sebaiknya, Anda menyimpan bukti pembayaran pemesanan makanan dan dibawa saat penerbangan berlangsung.
  • Jika Anda ingin melakukan pembatalan order, sebaiknya dilakukan paling lambat 3 hari sebelum tanggal keberangkatan dan mengirimkan email pemberitahuan pembatalan ke alamat e-mail mealorder@citilink.co.id dan sob@citilink.co.id

Citilink Shield

Pada November 2012, Citilink juga meluncurkan layanan lainnya yaitu Citilink Shield. Citilink Shield adalah asuransi penerbangan komprehensif yang dapat dibeli saat sebelum penerbangan. Citilink berfungsi untuk menjaga perjalanan Anda jika terjadi hal tidak terduga pada perjalanan Anda seperti kecelakaan, kehilangan bagasi, atau penerbangan delay. Produk ini bisa Anda dapatkan di situs resmi Citilink yaitu www.citilink.co.id, melalui Call Center Citilink, atau kantor tiket Citilink. Produk ini hanya dapat dipesan bersamaan dengan pemesanan tiket.

Citilink Shuttle

Citilink menghadirkan layanan baru bagi penumpangnya yaitu Citilink Shuttle. Citilink Shuttle adalah layanan tambahan dari Citilink untuk memudahkan para penumpangnya untuk berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdana Kusuma dan juga rute sebaliknya.

Citilink Shuttle menghadirkan keistimewaan dalam beberapa fasilitas yaitu sebagai berikut.

  • Penumpang dapat melakukan check-in di dalam bus dan sekaligus mendapatkan boarding pass langsung di dalam bus sehingga tidak perlu mengantri lagi setibanya di bandara.
  • Bus dipastikan berangkat dan tiba tepat pada waktunya sehingga penumpang tidak akan terlambat menuju bandara.
  • Penumpang disediakan tempat dan layanan yang nyaman ketika menunggu kedatangan Citilink Shuttle.
  • Citilink Shuttle mudah didapatkan dan mudah dipesan terutama untuk penumpang yang memiliki tiket penerbangan Citilink. Pemesanan Citilink Shuttle hanya dapat dilakukan melalui website resmi Citilink yaitu www.citilink.co.id.
  • Untuk ketentuan lengkap jadwal dan tempat pemberangkatan Citilink Shuttle, Anda dapat melihatnya di website Citilink.

ARMADA PESAWAT CITILINK

Saat ini, Citilink mengoperasikan sekitar 34 unit armada pesawat Airbus A320 terbaru yang meliputi jenis Airbus A318, A319, A320 dan A321, serta bisnis ACJ jet. Kapasitas armada pesawat Airbus A320 ini adalah mampu mengangkut sekitar 180 penumpang setiap penerbangan.

RUTE DOMESTIK CITILINK

Citilink pertama kali beroperasi dengan membuka rute penerbangan Surabaya (SUB)-Balikpapan (BPN)-Tarakan (TRK). Kemudian, tepatnya pada Juli 2015, Citilink membuka sekaligus melayani beberapa rute domestik yaitu yang menghubungkan Jakarta ke Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Batam, Denpasar, Medan dan juga penerbangan atau rute dari Surabaya ke Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Makasar, serta dari Medan ke Batam. Pada tanggal 15 September 2012, secara resmi Citilink juga membuka rute baru lainnya yaitu rute Surabaya ke Lombok.

Citilink melayani pemberangkatan di Jakarta dari dua bandara yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk Surabaya, Citilink melayani pemberangkatan dari Bandara Internasional Juanda. Demi peningkatan performa pelayanan, saat ini, Citilink mengoperasikan sekitar 34 unit armada pesawat Airbus A320 terbaru yang meliputi jenis Airbus A318, A319, A320 dan A321, serta bisnis ACJ jet. Dengan armada yang dimiliki saat ini, Citilink mampu menampung sekitar 180 penumpang dalam setiap penerbangan, ke sekitar 42 rute penerbangan domestik dengan 23 atau lebih kota tujuan di berbagai wilayah di Indonesia setiap harinya.

Berikut ini adalah daftar tujuan kota yang menjadi rute penerbangan Citilink.

  • Balikpapan
  • Bandung
  • Banjarmasin
  • Batam
  • Bengkulu
  • Denpasar (Bali)
  • Jakarta (Halim Perdana Kusuma)
  • Jakarta (Soekarno-Hatta)
  • Jambi
  • Kuala Namu
  • Kupang
  • Lombok (Praya)
  • Malang
  • Padang
  • Palangkaraya
  • Palembang
  • Pangkalpinang
  • Pekanbaru
  • Semarang
  • Solo
  • Surabaya
  • Tanjung Pandan
  • Ujung Pandang
  • Yogyakarta
Informasi Citilink
Bagasi Kabin
7 KG
Check-In Bagasi
20 KG
Terakhir Check-In
30 Menit

Ketentuan Bagasi Citilink

Citilink juga memberikan fasilitas bagasi kepada setiap penumpang. Penumpang Citilink berhak atas bagasi dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Bagasi yang terdaftar dengan total berat 20 kg baik untuk rute domestik maupun rute internasional. Bagasi terdaftar merupakan bagasi yang terletak di kompartemen kargo. Barang-barang yang akan dimasukkan ke dalam bagasi ini ditimbang dan dicatat terlebih dahulu saat penumpang melakukan check-in. Barang atau benda yang dimasukkan ke bagasi ini sebaiknya barang-barang berukuran besar dan bukan termasuk benda berharga.
  • Bagasi kabin dengan total berat 7 kg. Penumpang diizinkan untuk membawa barang atau benda ke dalam kabin yang terdiri dari tas jinjing, benda-benda kecil, atau benda-benda penting lainnya, dengan ukuran maksimum 56cm x 36cm x 23cm, dengan total P x L x T adalah 115 cm, dengan berat tidak lebih dari 7 kg.
  • Barang-barang yang dimasukkan ke dalam bagasi kabin menjadi tanggung jawab penumpang sepenuhnya.
  • Barang atau benda yang dilarang dibawa ke dalam bagasi antara lain adalah pemotong kuku, kikir kuku, pisau lipat, gunting, pisau atau alat pemotong, senjata mainan, semprotan, korek atau pemantik, alat pemukul, senjata api dan amunisi, dan rokok elektronik.
  • Selain benda-benda tersebut, pihak Citilink berhak menolak untuk membawa barang atau benda tertentu lainnya yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan membahayakan penerbangan.
  • Pihak Citilink akan memastikan bahwa bagasi penumpang tiba tepat waktu bersamaan dengan penumpang dan juga dalam kondisi yang sama seperti saat penerimaan bagasi.
  • Jika terjadi sesuatu terhadap barang atau benda bawaan anda yang diletakkan di bagasi kompartemen seperti kehilangan atau kerusakan, penumpang dapat menghubungi dan meminta bantuan kepada staf di Gerai Bagasi Citilink yang ada di bandara.

Ketentuan Check-In Citilink

Citilink memiliki ketentuan check-in sebagai berikut.

  • Kios/counter check-in dan pencatatan bagasi Citilink dibuka 2 jam sebelum waktu keberangkatan.
  • Penumpang Citilink sangat disarankan untuk melakukan check-in selambat-lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Penumpang tidak akan dilayani jika melakukan check-in setelah batas waktu tersebut karena kios atau counter check-in beserta pencatatan bagasi telah ditutup.
  • Penumpang harus berada di gerbang keberangkatan atau gerbang boarding setidaknya 40 menit sebelum waktu keberangkatan pesawat.
  • Penumpang yang memiliki Tiket Elektronik (E-Ticket) diwajibkan menyimpan salinan dari E-Ticket tersebut dan dibawa sepanjang perjalanan terutama untuk memasuki bandara, check-in, dan jika melakukan perubahan atau refund.
  • Penumpang yang melakukan check-in dengan menggunakan E-Ticket harus menunjukkan E-Ticket bersamaan dengan kartu identitas seperti paspor atau KTP.
  • Jika penumpang gagal melakukan check-in tepat waktu atau terlambat naik pesawat saat pesawat akan berangkat, seluruh biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan kepada penumpang.

Kebijakan Citilink

Citilink memiliki beberapa kebijakan yang terkait dengan penumpang. Kebijakan tersebut adalah sebagai berikut.

Bayi dan Anak-anak

  • Kebijakan Citilink yang berkaitan dengan bayi dan anak-anak adalah sebagai berikut.
  • Kategori bayi yang diperbolehkan mengikuti penerbangan adalah bayi yang berusia di atas 9 hari sampai dengan 24 bulan atau di bawah 2 tahun.
  • Kategori bayi yang berusia kurang dari 3 minggu disarankan untuk tidak ikut dalam penerbangan untuk mencegah terjadinya hipoksia. Jika tetap ingin mengikuti penerbangan, harus menyertakan surat izin tertulis dari dokter dan orang tua dari bayi harus menandatangani surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas.
  • Kategori bayi yang berusia di bawah 9 hari atau kurang dari 9 hari tidak diizinkan untuk mengikuti penerbangan Citilink. Jika bayi dengan kategori ini tetap akan diikutkan dalam penerbangan, harus menyertakan surat izin tertulis dan orang tua dari bayi harus menandatangani surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas.
  • Kategori anak-anak adalah yang berusia 2 tahun sampai dengan 12 tahun.
  • Anak-anak dengan rentang usia tersebut tidak diperbolehkan mengikuti penerbangan tanpa adanya pendampingan dari orang dewasa.
  • Harga tiket domestik untuk kategori bayi sekitar Rp50.000 tergantung dari rute penerbangan.
  • Harga tiket domestik untuk kategori anak-anak sekitar Rp150.000 tergantung dari rute penerbangan.
  • Kereta bayi tidak diizinkan untuk dibawa dan digunakan di dalam pesawat.

Ibu Hamil

Kebijakan Citilink yang berkaitan dengan ibu hamil adalah sebagai berikut.

  • Penumpang yang sedang hamil wajib memberitahukan kondisi kehamilannya kepada pihak Citilink pada saat melakukan pemesanan kursi dan saat di kios atau counter check-in.
  • Ibu hamil yang masa kehamilannya sudah memasuki 27 minggu (inklusif) harus menandatangani Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dari Citilink pada saat melakukan check-in.
  • Ibu hamil yang masa kehamilannya memasuki usia antara 28 minggu hingga 34 minggu (inklusif) harus menyerahkan surat keterangan dokter dan menandatangani Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas dari Citilink. Surat keterangan dokter tersebut berisi konfirmasi mengenai usia kehamilan penumpang dan sekaligus memberikan keterangan bahwa penumpang tersebut berada dalam kondisi aman dan diperbolehkan untuk berpergian dengan pesawat.
  • Ibu hamil yang masa kehamilannya memasuki usia 35 minggu ke atas tidak diizinkan untuk mengikuti penerbangan Citilink.

Penumpang Berkebutuhan Khusus

Kebijakan Citilink yang berkaitan dengan penumpang berkebutuhan khusus adalah sebagai berikut.

  • Bagi penumpang Citilink yang memiliki kebutuhan khusus (seperti kursi roda atau tabung oksigen) sangat disarankan untuk memberitahukan kebutuhan khususnya kepada pihak Citilink saat melakukan pemesanan tiket atau melalui Call Center Citilink setidaknya 48 jam sebelum waktu keberangkatan.
  • Citilink mengutamakan untuk mengangkut penumpang yang sudah mengatur dan memesan kebutuhan khususnya. Akan tetapi, jika penumpang tersebut tidak memberitahukan kebutuhan khususnya saat memesan tiket, Citilink tetap berusaha untuk menyediakan kebutuhan khusus penumpang yang bersangkutan.
  • Bagi penumpang Citilink berkebutuhan khusus yang telah memesan dan mengatur kebutuhan khususnya saat pemesanan tiket tidak akan ditolak Citilink untuk berangkat dalam penerbangan karena kondisi khususnya tersebut.
  • Jika diperlukan, pihak Citilink dapat meminta penumpang berkebutuhan khusus untuk melakukan perjalanan bersama pendampingnya demi alasan keselamatan.
  • Pihak Citilink berhak menolak untuk menaikkan penumpang ke pesawat jika penumpang tersebut mengidap infeksi, penyakit menular, atau penyakit kronis, demi keselamatan penumpang lainnya.

PROSEDUR PENGUBAHAN NAMA, PEMBATALAN TIKET, DAN REFUND CITILINK

Citilink memiliki prosedur terkait penumpang yang ingin melakukan pengubahan atau koreksi nama, pemindahan rute pesawat (reroute), pengubahan jadwal penerbangan (rebook/reschedule), dan pengembalian (refund).

Pengubahan Nama Penumpang

  • Jika Anda ingin mengubah nama yang tertera di tiket, ketentuannya adalah sebagai berikut.
  • Pengubahan nama penumpang yang tertera di tiket hanya dapat dilakukan melalui Call Center Citilink dengan nomor 0804-1-08-08-08 / +6231-2931100.
  • Pengubahan nama paling lambat dilakukan 24 jam sebelum keberangkatan.
  • Pengubahan nama penumpang dikenakan biaya admin sebesar Rp300.000--Rp500.000 per penumpang/per tiket.
  • Disarankan untuk menuliskan nama sesuai dengan nama yang tertera di kartu identitas Anda.

Pemindahan Rute Pesawat (Reroute)

Tiket Citilink tidak dapat dipindahrutekan.

Pengubahan Jadwal Penerbangan (Rebook/Reschedule)

  • Citilink mengizinkan penumpang untuk melakukan perubahan jadwal penerbangannya.
  • Jadwal penerbangan hanya dapat diubah satu kali sampai 48 jam sebelum waktu keberangkatan yang telah dijadwalkan.
  • Pengubahan jadwal penerbangan hanya dapat dilakukan di kantor perwakilan setempat Citilink, di masing-masing bandara tujuan, atau di kantor operasional Citilink di Surabaya.
  • Citilink tidak melayani pengubahan jadwal penerbangan yang dilakukan melalui telepon, fax, e-mail, sms, atau alat komunikasi lainnya.
  • Pengubahan jadwal penerbangan dikenai biaya sebesar Rp100.000 per penumpang, per penerbangan, dan disesuaikan juga dengan harga tiket.
  • Jika harga tiket penerbangan yang baru lebih tinggi daripada harga tiket awal yang telah dipesan, penumpang harus membayar selisihnya.
  • Jika harga tiket penerbangan yang baru lebih rendah atau lebih murah dari harga tiket awal yang telah dipesan, penumpang tidak akan menerima pengembalian selisih harga tiket tersebut.

Pembatalan Tiket (Cancellation) dan Pengembalian (Refund)

Citilink memiliki ketentuan terkait penumpang yang melakukan pembatalan tiket dan ingin mendapatkan pengembalian. Berikut beberapa peraturan yang diterbitkan Kemenhub mengenai pengembalian atau refund tiket.

  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di atas 72 jam sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 75% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 72 jam sampai dengan 48 jam sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 50% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pengembalian tiket di bawah 48 jam sampai dengan 24 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 40% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pengembalian tiket di bawah 24 jam sampai dengan 12 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 30% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pengembalian tiket di bawah 12 jam sampai dengan 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 20% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pengembalian tiket di bawah 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 10% dari tarif dasar tiket dan atau disesuaikan dengan kebijakan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.
  • Penumpang yang melakukan pengembalian tiket setelah close check-in atau saat jadwal keberangkatan tidak akan dilayani dan tidak akan mendapatkan pengembalian apapun.
  • Penumpang akan mendapatkan pengembalian sebesar 100% dari tarif dasar tiket jika pengembalian tiket dilakukan akibat kesalahan Citilink seperti perubahan jadwal (revise schedule), noops flight, dan lain sebagainya.
  • Khusus untuk kondisi force majeur, penumpang dapat meminta pengembalian jasa angkutan udara sebesar harga tiket yang telah dibeli penumpang yang dipotong dengan biaya administrasi dan disesuaikan dengan jenis pelayanannya.
  • Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembatalan tiket dan refund, Anda dapat menghubungi Call Center Citilink dengan nomor 0804-1-08-08-08/ +6231-2931100.