• flag

    TIKET PESAWAT GARUDA INDONESIA

    GARUDA INDONESIA

Tentang Maskapai Garuda Indonesia

Pengumuman: Mulai 1 Mei 2017, seluruh penerbangan internasional Garuda Indonesia dari bandara Soekarno - Hatta beroperasi di Terminal 3.

Garuda Indonesia (GIA) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Tepatnya pada 28 Desember 1949, Garuda Indonesia secara resmi beroperasi dan melakukan penerbangan pertama kali dengan nama Garuda Indonesian Airways. Sebagai maskapai penerbangan pertama sekaligus tertua yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, Garuda Indonesia telah diakui dan mendapatkan banyak penghargaan dari dunia internasional.

Nama "Garuda" dalam "Garuda Indonesia" itu sendiri merupakan pemberian dari Presiden Soekarno. Asal nama "Garuda" diambil oleh Presiden Soekarno dari sajak berbahasa Belanda yang ditulis oleh penyair sekaligus penulis terkenal pada masa itu yaitu Raden Mas Noto Soeroto. Sajak berbahasa Belanda itu berbunyi:  "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen", yang memiliki arti, “Saya Garuda, burung Vishnu yang melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda”.

Berdasarkan sajak tersebut, lambang maskapai Garuda Indonesia sendiri adalah Burung Garuda. Burung Garuda merupakan burung yang terdapat di dalam mitologi Hindu dan Buddha. Konon, Garuda merupakan burung yang menjadi kendaraan bagi Dewa Wisnu. Sebagai maskapai dengan slogan "The Airline of Indonesia", nama dan lambang Garuda pada maskapai Garuda Indonesia sesuai sekaligus mencerminkan jati diri Indonesia.

Dalam upaya pengembangan armada, SDM dan perusahaan, di sepanjang tahun 1980-1990, Garuda Indonesia terus melakukan revitalisasi dan restrukturisasi dalam skala besar. Sekitar awal tahun 2000, Garuda Indonesia meneruskan langkahnya menuju pembangunan masa depan perusahaan terutama yang berkaitan dengan pelayanan terhadap pelanggan.

Sekitar tahun 2000 tersebut juga, dalam upayanya mengembangkan maskapai, Garuda Indonesia sempat mengalami beberapa permasalahan. Salah satunya adalah pada tahun 2007, Garuda Indonesia beserta beberapa maskapai lainnya dilarang terbang ke Eropa karena beberapa alasan. Akan tetapi, alasan ini telah dicabut pada tahun 2009 setelah setahun sebelumnya Garuda Indonesia berhasil menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA. Hal itu berarti sekaligus membuktikan bahwa Garuda Indonesia telah memenuhi standar keamanan dan keselamatan penerbangan yang setara dengan maskapai internasional besar lainnya yang juga menjadi anggota IATA.

Puncaknya, pada tahun 2010, Garuda Indonesia mulai melebarkan sayap ke arah pengembangan saham dan transformasi bisnis. Pada tahun tersebut juga, Garuda Indonesia menjalankan program Quantum Leap, yaitu program berupa rencana ekspansi selama lima tahun yang bertujuan untuk melakukan perubahan sekaligus peremajaan brand, armada, dan pelayanan maskapai.

Upaya-upaya yang telah dilakukan tersebut kemudian berhasil mengantarkan Garuda Indonesia dalam menorehkan berbagai prestasi dan meraih berbagai penghargaan dari dunia internasional. Beberapa prestasi tersebut di antaranya adalah Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar maskapai bintang empat dari Skytrax dalam Skytrax 4-star Airline Rating, Skytrax World's Most Improved Airline pada tahun 2011, dan Skytrax World's Best Regional Airline pada tahun 2012.

Puncak dari itu semua adalah pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia secara resmi bergabung dan menjadi bagian dari aliansi global, SkyTeam, yang termasuk dalam program memperluas jaringan internasional. Bergabungnya Garuda Indonesia dengan aliansi SkyTeam membuat Garuda Indonesia dapat menyediakan layanan terbang bagi penumpangnya ke 1.064 tujuan di 178 negara yang terhubung dan dilayani oleh semua maskapai anggota SkyTeam (seperti AirFrance dan Singapore Airlines) dengan lebih dari 15.700 penerbangan per harinya. Tahun 2013, Garuda Indonesia berhasil mendapat penghargaan "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat" dari Skytrax. Prestasi terbaru yang ditorehkan Garuda Indonesia adalah tahun 2014 Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan "World's Best Cabin Crew" dan masuk ke dalam daftar maskapai bintang lima dari Skytrax.

PELAYANAN GARUDA INDONESIA

Dalam menjalankan pelayanan sekaligus inovasinya, Garuda Indonesia membuat dan memiliki konsep "Garuda Indonesia Experience". Konsep tersebut merupakan konsep layanan baru yang menyediakan dan menyajikan aspek-aspek terbaik Indonesia kepada para penumpang. Konsep layanan baru ini dimulai dari awal saat reservasi penerbangan hingga setelah penerbangan usai.

Konsep ini merupakan inovasi baru dari Garuda Indonesia yang dapat menciptakan ciri khas maskapai sekaligus membawa dan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Garuda Indonesia Experience merupakan konsep yang berlandaskan pada pancaindra (5 sense) yaitu sight, sound, scent, taste, dan touch, dan meliputi juga 24 "customer touch points" yang dimulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan post-journey. Pancaindra yang menjadi konsep dasar layanan tersebut diterapkan sekaligus diaplikasikan bersamaan dengan Keramahtamahan Indonesia yang sejak lama menjadi visi Garuda Indonesia.

Pengaplikasian tersebut kemudian dituangkan di dalam pilihan layanan terbang bagi penumpang yang disediakan oleh Garuda Indonesia dalam beberapa kategori, yaitu Kelas Utama (First Class), Kelas Bisnis (Business/Executive Class), dan Kelas Ekonomi (Economy Class).

Kategori tersebut juga dibagi lagi ke dalam dua bentuk pelayanan yaitu rute domestik dan rute internasional. Kelas Bisnis atau Eksekutif (Business/Executive Class) dan Kelas Ekonomi (Economy Class) diperuntukkan bagi penerbangan dalam rute domestik dan juga internasional. Sementara itu, kategori Kelas Utama (First Class) hanya tersedia bagi rute internasional. Tersedia juga layanan Imigrasi dalam Pesawat (Immigration on Board) yang ditujukan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang datang berkunjung ke Indonesia yang ingin menyelesaikan segala proses imigrasi sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar.

  1. Kelas Utama (First Class)

    Layanan Kelas Utama atau First Class merupakan layanan penerbangan dari Garuda Indonesia yang menyajikan kemewahan bagi perjalanan Anda yang dimulai dari penyediaan Limousine Service untuk menjemput penumpang dari tempatnya menuju bandara. Selain itu, disediakan juga First Class Lounge yang terdiri dari banyak fasilitas untuk penumpang selama menunggu keberangkatan di antaranya adalah pilihan berbagai makanan dan minuman, layanan SPA beserta asisten yang dapat melayani, perpustakaan kecil, pantry, ruang salat, hingga layanan antar dari lounge menuju pesawat.

    Layanan Kelas Utama atau First Class tersedia pada armada pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER. Di dalam armada pesawat ini tersedia 8 suite pribadi yang mewah dengan konfigurasi seat 1-2-1 untuk Anda. Suite ini dilengkapi dengan berbagai fitur mewah yang memberikan kenyamanan lebih salah satunya adalah kursi ergonomis yang dirancang secara optimal dengan luas 82 inci dan lebar 22 inci yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (180°) yang dilengkapi juga dengan matras, selimut, bantal, dan ottoman. Disediakan pula fasilitas hiburan berupa In-flight entertainment dengan fitur 23.5 inci touch screen LCD yang dilengkapi juga dengan remote control dan headphone kedap suara.

    Selama berada di dalam penerbangan layanan Kelas Utama atau First Class, Anda juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas lainnya seperti konektivitas internet gratis, alat mandi branded, 'Loewe' amenity kits, hingga berbagai pilihan menu makanan mulai dari menu khas lokal atau khas Indonesia, hingga menu internasional.

  1. Kelas Bisnis (Business/Executive Class)

    Layanan Kelas Bisnis atau Eksekutif (Business/Executive Class) ini biasanya tersedia pada pesawat Airbus A330-200 atau  Boeing 777-300ER. Di dalam armada pesawat Boeing 777-300 ER disediakan 38 kursi yang luas dan ergonomis dengan akses ke lorong langsung. Masing-masing kursi memiliki  jarak 43 inci dan lebar 21,2 yang dapat diatur menjadi tempat tidur sehingga dapat membuat perjalanan Anda lebih nyaman.

    Untuk menambah kenyamanan Anda, disediakan juga bantal hypoallergenic dengan sarung yang berbahan katun serta selimut furtex-flush dan juga Amenity Kit (untuk Unisex Business Class Asia Oceania) dari L' occitane. Di dalam Kelas Bisnis ini, disediakan juga berbagai fasilitas di antaranya adalah ottoman, tempat penyimpanan pribadi, USB dan stop kontak.

    Dalam layanan ini, Anda juga mendapatkan fasilitas bagasi kabin 10 kg dan bagasi check-in 30 kg. Anda juga dapat mengakses berbagai hiburan mulai dari program TV, film, musik, permaina (games), dan lain sebagainya, lewat fasilitas eX2 Panasonic 15 inci LCD touch screen untuk hiburan selama di dalam pesawat. Untuk menu makanan, Kelas Bisnis ini juga menyediakan makanan berat, ringan, dan sedang serta berbagai pilihan menu makanan mulai dari menu lokal hingga internasional yang disajikan oleh chef andal yang memenuhi kualifikasi bintang 5.

  1. Kelas Ekonomi (Economy Class)

    Layanan Kelas Ekonomi atau Economy Class menyediakan beberapa fasilitas terbaik bagi penumpangnya. Layanan ini berupa ruang kaki yang lebih luas dan nyaman pada kursi penumpang jika dibandingkan dengan maskapai lainnya, yaitu berjarak sekitar 32 inci dan lebar 17,84 inci. Dalam layanan ini, Anda juga mendapatkan fasilitas bagasi kabin 10 kg dan bagasi check-in 20 kg.

    Penumpang kelas ekonomi juga mendapatkan fasilitas hiburan yang dapat diakses lewat layanan in-flight entertainment dalam bentuk LCD touch screen beserta headset gratis yang disediakan di kursi masing-masing penumpang. Disediakan juga stop kontak dan USB di kursi penumpang untuk mengisi daya dari peralatan elektronik yang Anda bawa. Selain itu, dengan pilihan hiburan berupa program TV, permainan (games), hingga musik yang lengkap dan variatif, perjalanan Anda akan lebih menyenangkan.

    Penumpang juga akan diberikan snack atau hot meal yang pilihannya biasanya  disesuaikan dengan durasi penerbangan.

ARMADA PESAWAT GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia memiliki 104 pesawat dengan jenis sebagai berikut:

  • Airbus A330-300 : 11 Pesawat
  • Airbus A330-200 : 11 Pesawat
  • ATR72-600 : 8 Pesawat
  • Boeing 747-400 : 2 Pesawat
  • Boeing 737 Classic (Seri 300/500) : 5 Pesawat
  • Boeing 737-800NG : 76 Pesawat
  • Boeing 777-300ER : 6 Pesawat
  • CRJ1000 NextGen : 15 Pesawat

RUTE DOMESTIK GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia memiliki 60 rute domestik sebagai berikut.

Pulau Sumatera Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT Pulau Sulawesi Pulau Kalimantan
  • Banda Aceh
  • Batam
  • Bengkulu
  • Gunung Sitoli
  • Jambi
  • Lhokseumawe
  • Medan (Kuala Namu)
  • Meulaboh
  • Padang
  • Palembang
  • Pekanbaru
  • Pinangsori
  • Sabang
  • Tanjung Karang Lampung
  • Tanjung Pandan
  • Tanjung Pinang
  • Pangkal Pinang
  • Banyuwangi
  • Bima
  • Denpasar
  • Ende
  • Jakarta
  • Jember
  • Kupang
  • Labuan Bajo
  • Malang
  • Mataram
  • Semarang
  • Solo
  • Sumbawa Besar
  • Surabaya
  • Tambolaka
  • Yogyakarta
  • Bau-Bau
  • Gorontalo
  • Kendari
  • Luwuk
  • Makassar
  • Mamuju
  • Manado
  • Palu
  • Balikpapan
  • Banjarmasin
  • Berau
  • Palangkaraya
  • Pontianak
  • Putussibau
  • Tarakan
  • Sintang
Pulau Ambon dan Ternate Pulau Papua
  • Ambon
  • Langgur
  • Saumlaki
  • Ternate
  • Biak
  • Jayapura
  • Manokwari
  • Merauke
  • Sorong
  • Timika

RUTE INTERNASIONAL GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia memiliki 73 rute internasional sebagai berikut.

Australia Regional Hong Kong, China, Jepang dan Korea Timur Tengah dan Eropa
  • Melbourne
  • Perth
  • Sydney
  • Bandar Seri Begawan
  • Bangkok
  • Chiang Mai
  • Chiang Rai
  • Koh Samui
  • Krabi
  • Kuala Lumpur
  • Lampang
  • Manila
  • Phuket
  • Saigon
  • Singapore
  • Udon Thani
  • Yangoon
  • Beijing
  • Chitose
  • Fukuoka
  • Guangzhou
  • Hong Kong
  • Itami – Osaka
  • Komatsu
  • Nagoya
  • Osaka
  • Sendai
  • Seoul
  • Shanghai
  • Taipei
  • Takamatsu
  • Tokyo (Haneda)
  • Tokyo (Narita)
  • Abu Dhabi
  • Amsterdam
  • Athens
  • Bahrain
  • Barcelona
  • Brussels
  • Dubai
  • Dublin
  • Dusseldorf
  • Frankfurt
  • Istanbul
  • Jeddah
  • London (Gatwick)
  • London (Heathrow)
  • Madrid
  • Manchester
  • Milan
  • Moscow
  • Munich
  • Muscat
  • Paris
  • Paris (Charles De Gaulle)
  • Rome
  • Berlin
  • Copenhagen
  • Sheremetyevo
  • Oslo
  • Stockholm
  • Venice
  • Salalah
Amerika Utara Afrika India
  • Chicago
  • Los Angeles
  • New York
  • San Fransisco
  • Seattle
  • Cairo
  • Nairobi
  • Madras
  • New Delhi
  • Mumbai
Informasi Garuda Indonesia
Bagasi Kabin
7 KG
Check-In Bagasi
20 KG
Terakhir Check-In
45 Menit

Ketentuan Bagasi Garuda Indonesia

Garuda Indonesia mengatur dan memiliki ketentuan bagasi penumpang sebagai berikut.

  • Bagasi yang disediakan Garuda Indonesia disesuaikan dengan kelas penerbangan yang dipilih penumpang.
  • Penumpang kelas ekonomi akan mendapatkan bagasi sebesar 20 kg tanpa dikenai biaya tambahan.
  • Penumpang kelas eksekutif atau kelas bisnis akan mendapatkan bagasi sebesar 30 kg tanpa dikenai biaya tambahan.
  • Penumpang anak-anak mendapatkan bagasi yang sama dengan penumpang dewasa yaitu 20 kg atau yang tertera di tiket sedangkan untuk bayi mendapatkan bagasi gratis sebesar 10 kg.
  • Bagasi dibagi menjadi dua jenis, Bagasi Terdaftar dan Bagasi Tidak Terdaftar.
  • Bagasi Terdaftar merupakan bagasi yang terdiri dari barang atau benda yang ditimbang dan dibawa ke bagasi atau kompartemen kargo pesawat. Barang atau benda tersebut tidak dapat diakses oleh penumpang selama penerbangan. Barang atau benda yang masuk ke dalam bagasi ini baru dapat diambil dan diakses setelah pesawat mendarat dan penerbangan selesai.
  • Bagasi Tidak Terdaftar merupakan bagasi yang ada di dalam kabin pesawat. Barang atau benda yang dibawa penumpang ke dalam pesawat harus diletakkan di dalam kompartemen di atas kepala atau di bawah kursi di depan kursi penumpang.
  • Barang atau benda yang dimasukkan ke dalam bagasi tidak terdaftar harus diawasi secara pribadi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penumpang.
  • Barang atau benda yang diperbolehkan dibawa ke dalam bagasi kabin atau bagasi tidak terdaftar adalah barang-barang kecil seperti tas atau laptop dengan berat total 7 kg. Diperbolehkan juga untuk membawa koper yang berukuran maksimum 56cm x 36cm x 23cm (dimensi termasuk roda dan kantong samping).
  • Penumpang sangat disarankan untuk menyimpan barang-barang berharga seperti dokumen penting, uang cash, perhiasan, komputer, dan lain sebagainya, di dalam bagasi kabin.
  • Bagi dua penumpang atau lebih, yang bepergian secara bersama-sama, dengan tujuan yang sama, dan melakukan proses check-in di tempat dan waktu yang sama, mereka berhak mendapatkan total berat bagasi bebas biaya dari gabungan bagasi individual mereka.
  • Namun, apabila gabungan total berat bagasi tersebut melebihi berat bagasi bebas biaya gabungan yang seharusnya, penumpang tersebut akan dikenakan biaya kelebihan bagasi.
  • Bagi penumpang yang memiliki kartu atau terdaftar sebagai anggota GarudaMiles berhak mendapatkan bagasi tambahan gratis. Pemegang Silver Card (SC) mendapatkan bagasi tambahan 5kg. Pemegang Gold Card/EC Plus Card mendapatkan bagasi tambahan 15 kg. Pemegang Platinum Card/GIC Card mendapatkan bagasi tambahan maksimal 20 kg.
  • Demi alasan keselamatan dan keamanan penumpang selama penerbangan, pihak Garuda tidak memperbolehkan penumpang untuk membawa beberapa benda membahayakan ke dalam bagasi kabin maupun bagasi terdaftar. Benda tersebut adalah sebagai berikut.
    • bahan peledak (semua tipe granat, sumbu, alat peledak, dsb),
    • bahan material korosif (merkuri, dsb),
    • gas bertekanan,
    • cairan mudah terbakar (thiner, cat, lem, dsb)
    • benda padat mudah terbakar (kembang api, petasan, dsb)
    • zat oksidasi,
    • material radioaktif,
    • bahan kimia atau zat beracun,
    • kendaraan kecil yang menggunakan baterai litium seperti airwheel,
    • alat pelumpuh,
    • semprotan bela diri (gas air mata dan semprotan asam fosfor).
  • Pihak Garuda juga membatasi dan memiliki regulasi ketat terkait beberapa  barang untuk dibawa masuk ke dalam bagasi.
  • Barang-barang seperti benda bermata pisau dan berujung tajam, instrumen atau alat pemukul seperti peralatan olahraga, senjata api dan amunisi, hanya diperbolehkan masuk ke dalam bagasi tercatat atau terdaftar.
  • Benda-benda tersebut terutama senjata api dan amunisi juga harus disertai dengan kelengkapan dokumen-dokumen terkait dan beberapa peraturan ketat lainnya.

Ketentuan Check-In Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki ketentuan check-in sebagai berikut.

  • Penerbangan maskapai Garuda Indonesia dilayani oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Terminal 2F untuk rute domestik dan Terminal 2E untuk rute internasional.
  • Garuda Indonesia menyediakan layanan check-in online dan layanan check-in langsung di counter Garuda yang ada di bandara.
  • Penumpang sangat disarankan untuk setidaknya 90 menit atau 2 jam lebih awal tiba di bandara sebelum keberangkatan.
  • Penumpang disarankan melakukan check-in satu jam sebelum keberangkatan di counter Garuda yang ada di bandara. Counter check-in dibuka dua jam sebelum penerbangan dan ditutup 30 menit atau setengah jam saat menjelang waktu keberangkatan.
  • Layanan check-in online Garuda Indonesia tersedia 24 jam di www.garuda-indonesia.com.
  • Jika Anda ingin melakukan check-in online, disarankan 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Untuk tujuan domestik, disarankan melakukan check-in online 2 jam sebelum keberangkatan.
  • Untuk bisa melakukan check-in online, pastikan Anda memiliki informasi yang tertera di E-Ticket.
  • Penumpang disarankan tetapi tidak diharuskan untuk mencetak tanda terima check-in untuk ditukar dengan boarding pass di counter check-in yang ada di bandara.
  • Penumpang diminta untuk melaporkan dokumen perjalanan di check-in counter untuk verifikasi dan check-in bagasi setidaknya 45 menit sebelum keberangkatan.

Kebijakan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki kebijakan untuk penumpang dalam kategori tertentu yaitu sebagai berikut.

Bayi dan Anak-anak

  • Kategori bayi adalah harus berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi yang berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia.
  • Bayi yang prematur dapat terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.
  • Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.
  • Pendamping bayi tersebut harus bepergian pada penerbangan yang sama, di kelas yang sama, dan untuk tujuan yang sama dengan bayi.
  • Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.
  • Bayi dapat menggunakan fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.
  • Awak kabin Garuda akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi.
  • Selain itu, disediakan juga pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampung tersebut hanya digunakan pada saat kondisi darurat.
  • Bayi dikenakan tarif sekitar 20% dari tarif dewasa dan mendapatkan bagasi gratis 10 kg. Namun, tidak diizinkan menggunakan stroller di dalam kabin pesawat.
  • Kategori untuk anak-anak adalah penumpang yang telah mencapai usia 2 tahun, namun belum berulang tahun ke-12 di awal perjalanan

Ibu Hamil

  • Kategori kehamilan yang pertama adalah ibu yang hamil dengan kondisi kesehatan yang normal dan tanpa keluhan diperbolehkan untuk terbang hanya sampai dengan usia kandungan 32 minggu. Kondisi itu diterima tanpa larangan dengan catatan harus mengisi formulir informasi medis (MEDIF) untuk perjalanan udara terlebih dahulu.
  • Kategori kehamilan yang kedua adalah ibu yang hamil dengan keluhan atau komplikasi, usia kehamilan 31-32 minggu akan diterima dengan syarat, akan tetapi, harus memiliki izin medis yang disetujui oleh dokter Garuda Sentra Medika (GSM) atau dokter yang ditunjuk. Izin medis tersebut harus diperoleh tujuh hari sebelum dimulainya penerbangan.
  • Penumpang yang usia kehamilannya sudah di atas 36 minggu tidak diperbolehkan menjalani penerbangan udara bersama Garuda Indonesia.
  • Bagi ibu yang baru melahirkan, selama tujuh hari setelah melahirkan juga tidak direkomendasikan menjalani penerbangan udara.

Penumpang Berkebutuhan Khusus

Bagi penumpang Garuda Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus selama penerbangan, seperti tabung oksigen atau kursi roda, Anda dapat menghubungi Call Center 24 jam dan staf Garuda Indonesia setidaknya 48 jam sebelum penerbangan.

PROSEDUR PENGUBAHAN NAMA, PEMBATALAN TIKET, DAN REFUND GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia juga memiliki kebijakan bagi penumpang yang ingin melakukan pengubahan atau koreksi nama, pemindahan rute pesawat (reroute), pengubahan jadwal penerbangan (rebook/reschedule), dan pengembalian (refund) pada tiket yang telah Anda pesan.

Pengubahan Nama Penumpang

Bagi penumpang yang telah memesan tiket dan ingin melakukan perubahan pada nama yang tertera di tiket, Garuda Indonesia memberikan izin dan menyediakan layanan untuk itu. Namun, perubahan tersebut hanya dapat dilakukan melalui layanan Call Center Garuda Indonesia dengan nomor 0804–1–807–807.

Pemindahan Rute Pesawat (Reroute)

  • Jika Anda ingin melakukan pemindahan rute pesawat, hal itu juga hanya bisa dilakukan melalui Call Center Garuda Indonesia dengan nomor 0804–1–807–807.
  • Penghitungan kemungkinan adanya penambahan biaya tiket biasanya akan dilakukan jika ada selisih harga.
  • Jika harga tiket baru lebih murah dari tiket sebelumnya, Garuda Indonesia akan mengembalikan selisihnya dalam bentuk voucher untuk pembelian tiket Garuda lainnya yang berlaku selama 6 bulan.
  • Penumpang dikenakan biaya administrasi pemindahan rute sebesar Rp50.000 per kelas.

Pengubahan Jadwal Penerbangan (Rebook/Reschedule)

  • Jika Anda ingin mengubah jadwal penerbangan, hal itu hanya dapat dilakukan melalui Call Center Garuda Indonesia dengan nomor: 0804–1–807–807.
  • Pengubahan jadwal (rebooking) ini hanya berlaku bagi penerbangan dengan kelas yang setara atau sama.
  • Untuk harga tiket baru yang lebih tinggi, selisih harga tidak dikembalikan.
  • Biaya administrasi menjadi tanggung jawab penumpang yang melakukan rebook atau reschedule.

Pembatalan Tiket (Cancellation) dan Pengembalian (Refund)

Pembatalan tiket (cancellation) dan pengembalian (refund) disesuaikan dengan jenis atau kelas tiket yang berlaku di Garuda Indonesia yaitu kelas J, C, Y, D, I, B, M, K, N, Q, T, V, S, H, L. Berikut ini adalah beberapa peraturan yang diterbitkan Kemenhub mengenai pengembalian atau refund tiket.

  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di atas 72 jam sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 75% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 72 jam sampai dengan 48 jam sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 50% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 48 jam sampai dengan 24 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 40% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 24 jam sampai dengan 12 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 30% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 12 jam sampai dengan 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 20% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 4 jam oleh penumpan sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 10% dari tarif dasar tiket dan atau disesuaikan dengan kebijakan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.
  • Khusus untuk kondisi force majeur, penumpang dapat meminta pengembalian jasa angkutan udara sebesar harga tiket yang telah dibeli penumpang yang dipotong dengan biaya administrasi dan disesuaikan dengan jenis pelayanannya.
  • Pembatalan tiket hanya dapat dilayani di kantor penjualan tiket Garuda Indonesia.
  • Sisa dana yang diterima setelah dikurangi biaya pembatalan tiket akan ditransfer oleh pihak Garuda Indonesia setelah dana diterima oleh Garuda Indonesia.
  • Waktu pencairan dana tersebut berlangsung sekitar 1 - 3 bulan.

Ketentuan Lainnya

  • Garuda Indonesia berhak untuk melakukan pengubahan jadwal atau membatalkan penerbangan jika dianggap perlu demi alasan tertentu seperti keselamatan, teknis, maupun komersial.
  • Pihak Garuda Indonesia akan mengomunikasikan pengubahan jadwal atau pembatalan penerbangan kepada para penumpang, baik secara personal melalui telepon maupun melalui pengumuman langsung di bandara.
  • Pihak Garuda Indonesia berhak dan dapat mengubah ketentuan atau kebijakan apa pun tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.