Tentang Maskapai Garuda Indonesia

Logo AirLine

Garuda Indonesia (GIA) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Tepatnya pada 28 Desember 1949, Garuda Indonesia secara resmi menjual tiket pesawat dan beroperasi untuk pertama kali dengan nama Garuda Indonesian Airways. Sebagai maskapai penerbangan pertama sekaligus tertua yang menjual tiket pesawat, dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, Garuda Indonesia telah diakui dan mendapatkan banyak penghargaan dari dunia internasional.

Nama "Garuda" dalam "Garuda Indonesia" itu sendiri merupakan pemberian dari Presiden Soekarno. Asal nama "Garuda" diambil oleh Presiden Soekarno dari sajak berbahasa Belanda yang ditulis oleh penyair sekaligus penulis terkenal pada masa itu yaitu Raden Mas Noto Soeroto. Sajak berbahasa Belanda itu berbunyi:  "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen", yang memiliki arti, “Saya Garuda, burung Vishnu yang melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda”.

Berdasarkan sajak tersebut, lambang maskapai Garuda Indonesia sendiri adalah Burung Garuda. Burung Garuda merupakan burung yang terdapat di dalam mitologi Hindu dan Buddha. Konon, Garuda merupakan burung yang menjadi kendaraan bagi Dewa Wisnu. Sebagai maskapai dengan slogan "The Airline of Indonesia", nama dan lambang Garuda pada maskapai Garuda Indonesia sesuai sekaligus mencerminkan jati diri Indonesia.

Pelayanan Garuda Indonesia

Dalam menjalankan pelayanan sekaligus inovasinya, Garuda Indonesia membuat dan memiliki konsep "Garuda Indonesia Experience". Konsep tersebut merupakan konsep layanan baru yang menyediakan dan menyajikan aspek-aspek terbaik Indonesia kepada para penumpang. Konsep layanan baru ini dimulai dari awal saat reservasi penerbangan Garuda Indonesia hingga setelah penerbangan usai.

Konsep ini merupakan inovasi baru dari Garuda Indonesia yang dapat menciptakan ciri khas maskapai sekaligus membawa dan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Garuda Indonesia Experience merupakan konsep yang berlandaskan pada pancaindra (5 sense) yaitu sight, sound, scent, taste, dan touch, dan meliputi juga 24 "customer touch points" yang dimulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight, dan post-journey. Pancaindra yang menjadi konsep dasar layanan tersebut diterapkan sekaligus diaplikasikan bersamaan dengan Keramahtamahan Indonesia yang sejak lama menjadi visi Garuda Indonesia.

Pengaplikasian tersebut kemudian dituangkan di dalam pilihan layanan terbang bagi penumpang yang disediakan oleh Garuda Indonesia dalam beberapa kategori, yaitu tiket pesawat Garuda Indonesia Kelas Utama (First Class), Kelas Bisnis (Business/Executive Class), dan Kelas Ekonomi (Economy Class).

Kategori tersebut juga dibagi lagi ke dalam dua bentuk pelayanan yaitu rute penerbangan domestik dan rute penerbangan internasional. Kelas Bisnis atau Eksekutif (Business/Executive Class) dan Kelas Ekonomi (Economy Class) diperuntukkan bagi penerbangan dalam rute domestik dan juga internasional. Sementara itu, kategori Kelas Utama (First Class) hanya tersedia bagi rute penerbangan internasional. Tersedia juga layanan Imigrasi dalam Pesawat (Immigration on Board) yang ditujukan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang datang berkunjung ke Indonesia yang ingin menyelesaikan segala proses imigrasi sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar.

Armada Pesawat Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki 104 pesawat dengan jenis sebagai berikut:

  • Airbus A330-300 : 11 Pesawat
  • Airbus A330-200 : 11 Pesawat
  • ATR72-600 : 8 Pesawat
  • Boeing 747-400 : 2 Pesawat
  • Boeing 737 Classic (Seri 300/500) : 5 Pesawat
  • Boeing 737-800NG : 76 Pesawat
  • Boeing 777-300ER : 6 Pesawat
  • CRJ1000 NextGen : 15 Pesawat

Rute Domestik Penerbangan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki 60 rute penerbangan domestik sebagai berikut:

Pulau Sumatera Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT Pulau Sulawesi
  • Banda Aceh
  • Batam
  • Bengkulu
  • Gunung Sitoli
  • Jambi
  • Lhokseumawe
  • Medan (Kuala Namu)
  • Meulaboh
  • Padang
  • Palembang
  • Pekanbaru
  • Pinangsori
  • Sabang
  • Tanjung Karang Lampung
  • Tanjung Pandan
  • Tanjung Pinang
  • Pangkal Pinang
  • Banyuwangi
  • Bima
  • Denpasar
  • Ende
  • Jakarta
  • Jember
  • Kupang
  • Labuan Bajo
  • Malang
  • Mataram
  • Semarang
  • Solo
  • Sumbawa Besar
  • Surabaya
  • Tambolaka
  • Yogyakarta
  • Bau-Bau
  • Gorontalo
  • Kendari
  • Luwuk
  • Makassar
  • Mamuju
  • Manado
  • Palu
Pulau Kalimantan Pulau Ambon dan Ternate Pulau Papua
  • Balikpapan
  • Banjarmasin
  • Berau
  • Palangkaraya
  • Pontianak
  • Putussibau
  • Tarakan
  • Sintang
  • Ambon
  • Langgur
  • Saumlaki
  • Ternate
  • Biak
  • Jayapura
  • Manokwari
  • Merauke
  • Sorong
  • Timika

Rute International Penerbangan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki 73 rute penerbangan internasional sebagai berikut:

Australia Regional
  • Melbourne
  • Perth
  • Sydney
  • Bandar Seri Begawan
  • Bangkok
  • Chiang Mai
  • Chiang Rai
  • Koh Samui
  • Krabi
  • Kuala Lumpur
  • Lampang
  • Manila
  • Phuket
  • Saigon
  • Singapore
  • Udon Thani
  • Yangoon
Hong Kong, China, Jepang dan Korea Timur Tengah dan Eropa
  • Beijing
  • Chitose
  • Fukuoka
  • Guangzhou
  • Hong Kong
  • Itami – Osaka
  • Komatsu
  • Nagoya
  • Osaka
  • Sendai
  • Seoul
  • Shanghai
  • Taipei
  • Takamatsu
  • Tokyo (Haneda)
  • Tokyo (Narita)
  • Abu Dhabi
  • Amsterdam
  • Athens
  • Bahrain
  • Barcelona
  • Brussels
  • Dubai
  • Dublin
  • Dusseldorf
  • Frankfurt
  • Istanbul
  • Jeddah
  • London (Gatwick)
  • London (Heathrow)
  • Madrid
  • Manchester
  • Milan
  • Moscow
  • Munich
  • Muscat
  • Paris
  • Paris (Charles De Gaulle)
  • Rome
  • Berlin
  • Copenhagen
  • Sheremetyevo
  • Oslo
  • Stockholm
  • Venice
  • Salalah

Ketentuan Bagasi Garuda Indonesia

Garuda Indonesia mengatur dan memiliki ketentuan bagasi penumpang sebagai berikut:

  • Barang atau benda yang diperbolehkan dibawa ke dalam bagasi kabin atau bagasi tidak terdaftar adalah barang-barang kecil seperti tas atau laptop dengan berat total 7 kg. Diperbolehkan juga untuk membawa koper yang berukuran maksimum 56cm x 36cm x 23cm (dimensi termasuk roda dan kantong samping).
  • Penumpang sangat disarankan untuk menyimpan barang-barang berharga seperti dokumen penting, uang cash, perhiasan, komputer, dan lain sebagainya, di dalam bagasi kabin.
  • Bagi dua penumpang atau lebih, yang bepergian secara bersama-sama, dengan tujuan yang sama, dan melakukan proses check-in di tempat dan waktu yang sama, mereka berhak mendapatkan total berat bagasi bebas biaya dari gabungan bagasi individual mereka.
  • Namun, apabila gabungan total berat bagasi tersebut melebihi berat bagasi bebas biaya gabungan yang seharusnya, penumpang tersebut akan dikenakan biaya kelebihan bagasi.

Ketentuan Check-In Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki ketentuan check-in Garuda sebagai berikut:

  • Penerbangan maskapai Garuda Indonesia dilayani oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Terminal 2F untuk rute domestik dan Terminal 2E untuk rute internasional.
  • Garuda Indonesia menyediakan layanan check-in online dan layanan check-in langsung di counter Garuda yang ada di bandara.
  • Penumpang sangat disarankan untuk setidaknya 90 menit atau 2 jam lebih awal tiba di bandara sebelum keberangkatan.
  • Penumpang disarankan melakukan check-in satu jam sebelum keberangkatan di counter Garuda yang ada di bandara. Counter check-in Garuda Indonesia dibuka dua jam sebelum penerbangan dan ditutup 30 menit atau setengah jam saat menjelang waktu keberangkatan.
  • Layanan check-in online Garuda Indonesia tersedia 24 jam di www.garuda-indonesia.com.
  • Jika Anda ingin melakukan check-in online Garuda Indonesia, disarankan 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Untuk tujuan domestik, disarankan melakukan check-in online 2 jam sebelum keberangkatan.
  • Untuk bisa melakukan check-in online Garuda Indonesia, pastikan Anda memiliki informasi yang tertera di E-Ticket.
  • Penumpang disarankan tetapi tidak diharuskan untuk mencetak tanda terima check-in untuk ditukar dengan boarding pass di counter check-in yang ada di bandara.
  • Penumpang diminta untuk melaporkan dokumen perjalanan di check-in counter untuk verifikasi dan check-in bagasi Garuda setidaknya 45 menit sebelum keberangkatan.

Kebijakan Tiket Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki kebijakan untuk penumpang dalam kategori tertentu yaitu sebagai berikut:

Bayi dan Anak-anak

  • Kategori bayi adalah harus berusia di bawah 2 tahun (24 bulan) saat penerbangan.
  • Bayi yang berusia di bawah 7 hari setelah dilahirkan tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang Garuda Indonesia.
  • Bayi yang prematur dapat terbang dengan melengkapi Medical Information (MEDIF) dan laporkan kondisi tersebut pada petugas darat.
  • Bayi harus disertai dengan seorang pendamping dewasa yang memangku bayi tersebut.
  • Pendamping bayi tersebut harus bepergian pada penerbangan yang sama, di kelas yang sama, dan untuk tujuan yang sama dengan bayi.
  • Satu bayi wajib didampingi oleh satu penumpang dewasa yang mengambil tanggung jawab penuh atas bayi.
  • Bayi dapat menggunakan fasilitas Baby Basinet yang disediakan oleh Garuda di dalam pesawat (selama masih tersedia), namun pada saat lepas landas, mendarat dan kondisi turbulensi, bayi wajib dipangku.
  • Awak kabin Garuda akan membantu penggunaan sabuk pengaman khusus bagi bayi.
  • Selain itu, disediakan juga pelampung khusus bagi bayi yang akan dikumpulkan kembali setelah mendarat. Pelampung tersebut hanya digunakan pada saat kondisi darurat.
  • Bayi dikenakan tarif sekitar 20% dari tarif dewasa dan mendapatkan bagasi gratis 10 kg. Namun, tidak diizinkan menggunakan stroller di dalam kabin pesawat.
  • Kategori untuk anak-anak adalah penumpang yang telah mencapai usia 2 tahun, namun belum berulang tahun ke-12 di awal perjalanan

Ibu Hamil

  • Kategori kehamilan yang pertama adalah ibu yang hamil dengan kondisi kesehatan yang normal dan tanpa keluhan diperbolehkan untuk terbang hanya sampai dengan usia kandungan 32 minggu. Kondisi itu diterima tanpa larangan dengan catatan harus mengisi formulir informasi medis (MEDIF) untuk perjalanan udara terlebih dahulu.
  • Kategori kehamilan yang kedua adalah ibu yang hamil dengan keluhan atau komplikasi, usia kehamilan 31-32 minggu akan diterima dengan syarat, akan tetapi, harus memiliki izin medis yang disetujui oleh dokter Garuda Sentra Medika (GSM) atau dokter yang ditunjuk. Izin medis tersebut harus diperoleh tujuh hari sebelum dimulainya penerbangan.
  • Penumpang yang usia kehamilannya sudah di atas 36 minggu tidak diperbolehkan menjalani penerbangan udara bersama Garuda Indonesia.
  • Bagi ibu yang baru melahirkan, selama tujuh hari setelah melahirkan juga tidak direkomendasikan menjalani penerbangan udara.

Penumpang Berkebutuhan Khusus

  • Bagi penumpang Garuda Indonesia yang memiliki kebutuhan khusus selama penerbangan, seperti tabung oksigen atau kursi roda, Anda dapat menghubungi Call Center 24 jam dan staf Garuda Indonesia setidaknya 48 jam sebelum penerbangan.

Prosedur Pengubahan Nama, Pembatalan Tiket Pesawat, dan Refund Garuda Indonesia

Garuda Indonesia juga memiliki kebijakan bagi penumpang yang ingin melakukan pengubahan atau koreksi nama, pemindahan rute pesawat (reroute), pengubahan jadwal penerbangan (rebook/reschedule), dan pengembalian (refund) pada tiket yang telah Anda pesan.

Pengubahan Nama Penumpang

  • Bagi penumpang yang telah memesan tiket dan ingin melakukan perubahan pada nama yang tertera di tiket, Garuda Indonesia memberikan izin dan menyediakan layanan untuk itu. Namun, perubahan tersebut hanya dapat dilakukan melalui layanan Call Center Garuda Indonesia dengan nomor 0804–1–807–807.

Pemindahan Rute Pesawat Garuda (Reroute)

  • Jika Anda ingin melakukan pemindahan rute pesawat, hal itu juga hanya bisa dilakukan melalui Call Center Garuda Indonesia dengan nomor 0804–1–807–807.
  • Penghitungan kemungkinan adanya penambahan biaya tiket biasanya akan dilakukan jika ada selisih harga.
  • Jika harga tiket baru lebih murah dari tiket sebelumnya, Garuda Indonesia akan mengembalikan selisihnya dalam bentuk voucher untuk pembelian tiket Garuda lainnya yang berlaku selama 6 bulan.
  • Penumpang dikenakan biaya administrasi pemindahan rute sebesar Rp50.000 per kelas.

Pengubahan Jadwal Penerbangan (Rebook/Reschedule)

  • Jika Anda ingin mengubah jadwal penerbangan, hal itu hanya dapat dilakukan melalui Call Center Garuda Indonesia dengan nomor: 0804–1–807–807.
  • Pengubahan jadwal (rebooking) ini hanya berlaku bagi penerbangan dengan kelas yang setara atau sama.
  • Untuk harga tiket baru yang lebih tinggi, selisih harga tidak dikembalikan.
  • Biaya administrasi menjadi tanggung jawab penumpang yang melakukan rebook atau reschedule.

Pembatalan Tiket Pesawat (Cancellation) dan Pengembalian (Refund)

Pembatalan tiket (cancellation) dan pengembalian (refund) disesuaikan dengan jenis atau kelas tiket yang berlaku di Garuda Indonesia yaitu kelas J, C, Y, D, I, B, M, K, N, Q, T, V, S, H, L. Berikut ini adalah beberapa peraturan yang diterbitkan Kemenhub mengenai pengembalian atau refund tiket:

  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di atas 72 jam sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 75% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 72 jam sampai dengan 48 jam sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 50% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 48 jam sampai dengan 24 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 40% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 24 jam sampai dengan 12 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 30% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 12 jam sampai dengan 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit 20% dari tarif dasar tiket.
  • Penumpang yang melakukan pembatalan tiket di bawah 4 jam oleh penumpan sebelum jadwal keberangkatan akan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 10% dari tarif dasar tiket dan atau disesuaikan dengan kebijakan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.
  • Khusus untuk kondisi force majeur, penumpang dapat meminta pengembalian jasa angkutan udara sebesar harga tiket yang telah dibeli penumpang yang dipotong dengan biaya administrasi dan disesuaikan dengan jenis pelayanannya.
  • Pembatalan tiket hanya dapat dilayani di kantor penjualan tiket Garuda Indonesia.
  • Sisa dana yang diterima setelah dikurangi biaya pembatalan tiket akan ditransfer oleh pihak Garuda Indonesia setelah dana diterima oleh Garuda Indonesia.
  • Waktu pencairan dana tersebut berlangsung sekitar 1 - 3 bulan.

Ketentuan Lainnya

  • Garuda Indonesia berhak untuk melakukan pengubahan jadwal atau membatalkan penerbangan jika dianggap perlu demi alasan tertentu seperti keselamatan, teknis, maupun komersial.
  • Pihak Garuda Indonesia akan mengomunikasikan pengubahan jadwal atau pembatalan penerbangan kepada para penumpang, baik secara personal melalui telepon maupun melalui pengumuman langsung di bandara.
  • Pihak Garuda Indonesia berhak dan dapat mengubah ketentuan atau kebijakan apa pun tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu.