Tentang Indonesia

Indonesia atau Republik Indonesia merupakan salah satu negara yang ada di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan terletak di antara benua Asia dan Australia serta berada di antara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia. Bentuk pemerintahan negara Indonesia adalah republik dengan ibu kota negaranya yaitu Jakarta.

Indonesia merupakan negara yang multikultural dan multiras. Berbagai suku bangsa, ras, bahasa, dan agama ada di Indonesia. Dengan kemultikulturannya inilah, Indonesia memiliki semboyan nasional yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Selain memiliki populasi penduduk yang padat dan wilayah yang luas, Indonesia juga memiliki wilayah alam dengan tingkat keanekaragaman terbesar kedua di dunia.

Wilayah Utama Indonesia

Wilayah utama Indonesia terbagi atas 7 pulau yaitu sebagai berikut.

A. Pulau Sumatra

Pulau Sumatra merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang terbagi atas 10 provinsi. Berikut ini adalah 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatra beserta ibu kota provinsinya:

  • Provinsi Aceh: Banda Aceh
  • Provinsi Sumatera Utara: Medan
  • Provinsi Sumatera Barat: Padang
  • Provinsi Sumatera Selatan: Palembang
  • Provinsi Riau: Pekanbaru
  • Provinsi Kepulauan Riau: Tanjungpinang
  • Provinsi Jambi: Jambi
  • Provinsi Bangka Belitung: Pangkal Pinang
  • Provinsi Bengkulu: Bengkulu
  • Provinsi Lampung: Bandar Lampung

B. Pulau Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang terbagi atas 6 provinsi. Berikut ini adalah 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa beserta ibu kota provinsinya:

  • Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta: Jakarta
  • Provinsi Banten: Serang
  • Provinsi Jawa Barat: Bandung
  • Provinsi Jawa Tengah: Semarang
  • Provinsi Jawa Timur: Surabaya
  • Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Yogyakarta

C. Pulau Nusa Tenggara

Kepulauan Nusa Tenggara merupakan kepulauan yang berasal dari gugusan pulau-pulau yang ada di sebelah timur Indonesia yang terbagi atas 3 provinsi. Berikut ini adalah 3 provinsi yang ada di Kepulauan Nusa Tenggara beserta ibu kota masing-masing provinsinya:

  • Provinsi Bali: Denpasar
  • Provinsi Nusa Tenggara Barat: Mataram
  • Provinsi Nusa Tenggara Timur: Kupang

D. Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang terbagi atas 5 provinsi. Berikut ini adalah 5 provinsi yang ada di Pulau Kalimantan beserta dengan ibu kota masing-masing provinsinya:

  • Provinsi Kalimantan Barat : Pontianak
  • Provinsi Kalimantan Tengah: Palangkaraya
  • Provinsi Kalimantan Selatan: Banjarmasin
  • Provinsi Kalimantan Timur: Samarinda
  • Provinsi Kalimantan Utara: Tanjung Selor

E. Pulau Sulawesi

Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau besar di Indonesia yang terbagi atas 6 provinsi. Berikut ini adalah 6 provinsi yang ada di Pulau Sulawesi beserta dengan ibu kota masing-masing provinsinya:

  • Provinsi Sulawesi Utara Manado
  • Provinsi Gorontalo: Gorontalo
  • Provinsi Sulawesi Tengah: Palu
  • Provinsi Sulawesi Barat: Mamuju
  • Provinsi Sulawesi Selatan: Makassar
  • Provinsi Sulawesi Tenggara: Kendari

F. Pulau Maluku

Kepulauan Maluku terbagi atas 2 provinsi. Berikut ini adalah 2 provinsi yang ada di Kepulauan Maluku beserta dengan ibu kota masing-masing provinsinya:

  • Provinsi Maluku: Ambon
  • Provinsi Maluku Utara: Sofifi

G. Pulau Papua

Pulau Papua merupakan pulau yang terletak di ujung timur Indonesia yang sekaligus merupakan pulau terbesar kedua di dunia. Pulau papua terbagi atas 2 provinsi. Berikut ini adalah 2 provinsi yang ada di Pulau Papua beserta ibu kota masing-masing provinsinya:

  • Provinsi Papua Barat: Manokwari
  • Provinsi Papua: Jayapura

Sejarah Indonesia

Berdirinya Indonesia sebagai sebuah negara berkaitan erat dengan suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai dari zaman prasejarah yang ditandai dengan adanya penemuan “Manusia Jawa“ yang sudah ada kira-kira sekitar 1,7 juta tahun yang lalu.

Indonesia pada awalnya merupakan wilayah kepulauan yang disebut dengan Nusantara. Pada masa itu, banyak pendatang yang silih berganti datang ke Indonesia dengan berbagai macam tujuan. Ada yang datang untuk berdagang, menyiarkan agama, hingga datang untuk menetap bahkan menjajah wilayah Nusantara.

Hal tersebut tidak terlepas dari letak Nusantara atau Indonesia yang strategis sebagai negara maritim yaitu berada di lintas garis khatulistiwa. Oleh karena itu, banyak kapal-kapal asing yang berlayar kemudian berlabuh atau singgah di Nusantara. Dari sanalah kemudian interaksi antara masyarakat di Nusantara dengan bangsa pendatang dimulai.

Berkaitan dengan itu, terbentuklah periodisasi sejarah bangsa dan negara Indonesia. Periodisasi tersebut sejarah Indonesia sendiri terbagi menjadi lima era yaitu sebagai berikut.

Era Prakolonial

Era Prakolonial ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Nusantara serta berkembangnya agama Islam di Pulau Jawa dan Sumatra sebagai dampak dari masuknya bangsa pendatang yang berasal dari Timur Tengah.  

Era Kolonial

Era Kolonial ditandai dengan masuknya bangsa Eropa terutama Belanda ke Nusantara. Kekayaan rempah-rempah yang dimiliki Nusantara mengundang dan menarik bangsa Eropa untuk datang dan menetap dalam waktu yang sangat lama di Nusantara. Belanda adalah yang terlama menetap dan menjajah Indonesia yaitu sekitar 3,5 abad pada awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20.

Ketika diduduki oleh Belanda, Nusantara sempat dikenal dengan nama “Kepulauan Hindia” dan “Hindia Belanda”. Nama “Indonesia” sendiri pertama kali dicetuskan oleh George Windsor Earl. Earl adalah seorang berkebangsaan Inggris yang juga seorang ahli etnologi Bahasa Inggris yang terkenal dengan karyanya mengenai Kepulauan Melayu.

Earl pada saat itu berkarir sebagai redaktur di majalah JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia) yaitu sebuah majalah ilmiah tahunan yang terbit di Singapura. Di dalam satu edisi, tepatnya pada JIAEA volume IV tahun 1850, di halaman 66-74, Earl menulis artikel yang berjudul “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations”.

Di dalam artikel tersebut, salah satu topik yang disorot oleh Earl adalah bangsa dan wilayah Melayu. Earl mengemukakan pendapat pribadinya bahwa sudah tiba saatnya Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu memiliki nama yang dapat menjadi ciri khas sekaligus identitas mereka. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan agar tidak terjadi kerancuan antara “Hindia” dengan “India” yang lainnya.

Atas berbagai pertimbangan dan analisis yang dilakukannya, Earl mengajukan dua nama untuk dipilih sebagai pengganti nama “Kepulauan Hindia”. Dua nama tersebut adalah “Indunesia” dan “Malayunesia”.

Pada awalnya, Earl memilih nama “Malayunesia” untuk mengganti nama “Kepulauan Hindia”. Menurutnya, nama tersebut cocok untuk mewakili Kepulauan Hindia yang didominasi oleh bangsa Melayu. Akan tetapi, pada JIAEA volume yang sama, James Richardson Logan juga menulis artikel yang berjudul “The Ethnology of the Indian Archipelago”.

Di dalam Artikel tersebut, Logan mengemukakan bahwa nama yang lebih spesifik untuk mengganti nama Kepulauan Hindia adalah  “Indunesia”. Agar pengucapannya lebih baik, Logan melakukan revisi dengan mengganti huruf “u” menjadi “o” sehingga terbentuklah nama “Indonesia”.

Sementara itu, di Nusantara, nama “Indonesia” pertama kali digunakan oleh Suwardo Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Ketika Ki Hajar Dewantara dibuang ke Belanda pada tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-Bureau.

Era Kemerdekaan Awal

Memasuki era kemerdekaan awal, peran Belanda sudah mulai melemah dan digantikan oleh bangsa Jepang yang datang ke Indonesia. Jepang sendiri tidak lama menduduki Indonesia hingga akhirnya menyerah kepada sekutu setelah dibomnya Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Akibatnya, di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemuda beserta Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sebagai sebuah negara.

Era Pascaproklamasi Kemerdekaan Indonesia

Era Pacaproklamasi Kemerdekaan ditandai dengan masa kepemimpinan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada era ini, bangsa Indonesia berada dalam tahap menyusun dan merumuskan rencana demi rencana untuk pembangunan negara Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka. Di era ini juga, bahasa Indonesia telah diresmikan menjadi bahasa nasional dan bahasa persatuan negara.

Pada masa ini juga terjadi beberapa pergolakan di Indonesia salah satunya adalah munculnya Gerakan 30 September oleh PKI hingga pada akhirnya Presiden Soekarno melakukan perombakan terhadap kabinet pemerintahannya. Era ini berakhir dengan digantinya Presiden Soekarno oleh Presiden Soeharto melalui Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar).

Era Orde Baru

Era Orde Baru ditandai dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto yang berlangsung selama 32 tahun (1966-1998). Supersemar menjadi awal dari lahirnya masa Orde Baru. Di era ini, Presiden Soeharto menyusun dan merumuskan strategi baru untuk membangun Indonesia.

Berbagai program yang dicanangkan oleh Presiden Soeharto mengalami keberhasilan dan membawa dampak yang luas bagi masyarakat. Akan tetapi, berbagai polemik politik dan sosial juga terjadi pada masa ini yang menyebabkan banyaknya muncul praduga negatif terhadap masa kepimpinan Presiden Soeharto.

Era Reformasi

Era Reformasi ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto dari jabatannya sebagai presiden atas desakan sebagian besar masyarakat Indonesia. Beberapa polemik politik dan sosial yang terjadi pada masa Orde Baru membuat masyarakat merasa perlu adanya suatu perubahan yang dapat merombak segala tatanan politik, sosial, dan ekonomi yang pernah dicanangkan oleh Presidan Soeharto.

Pada masa reformasi, Indonesia mengantut dan mengembangkan kembali sistem pemerintahan demokrasi yang berlandaskan kepada Pancasila dan UUD 1945. Pada masa itu, Indonesia dipimpin oleh Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Masa reformasi berlangsung terus hingga saat ini.

Cara ke Indonesia

Sebagai sebuah negara kepulauan yang berada di wilayah Asia Tenggara, Indonesia memiliki akses udara maupun laut bagi Anda yang ingin berkunjung ke Indonesia.

A. Akses Udara

Anda bisa menggunakan pesawat terbang sebagai alat transasi udara untuk menuju Indonesia. Beberapa maskapai penerbangan salah satunya adalah Garuda Indonesia Airlines menyediakan rute penerbangan dari luar negeri menuju Indonesia.

Biasanya, untuk akses udara melalui pesawat terbang, penumpang atau pengunjung akan dikenakan Passenger Service Charge (PSC) atau tax sekitar Rp150.000 untuk penerbangan internasional dan sekitar Rp40.000 untuk penerbangan domestik.

Pesawat yang Anda tumpangi akan mendarat di bandar udara yang sesuai dengan tujuan Anda di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Bandara-bandara yang ada di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut.

1. Pulau Sumatera

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Sumatra, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Sumatra:

Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam(BTH).
Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh(BTJ).
Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang(KNO).
Bandar Udara Internasional Silangit, Siborong - borong(SGT).
Bandar Udara Internasional Malikus Saleh, Lhokseumawe(LSW).
Bandar Udara Internasional Japura, Rengat(RGT).
Bandar Udara Internasional Cut Nyak Dien Nagan Raya, Nagan Raya(MEQ).
Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang City(PDG).
Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru(PKU).
Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang(PLM).
Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang(TNJ).
Bandar Udara Internasional Radin Inten II Lampung Selatan, South Lampung(TKG).

2. Pulau Jawa

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Jawa, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Jawa:

Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung(BDO).
Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta(HLP).
Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang(CGK).
Bandar Udara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta(JOG).
Bandar Udara Internasional Adisumarmo, Solo(SOC).
Bandar Udara Internasional Achmad Yani, Semarang(SRG).
Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya(SUB).
Bandar Udara Notohadinegoro, Jember(JBB).
Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi.

3. Pulau Bali and Nusa Tenggara

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara.

Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar(DPS).
Bandar Udara Internasional Lombok, Lombok Tengah(LOP).
Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang(KOE).
Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III , Sumbawa Besar(SWQ).

4. Pulau Kalimantan

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Kalimantan, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Kalimantan.

Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak(PNK).
Bandar Udara Internasional Melalan, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat(MLK).
Bandar Udara Internasional Tjilik Riwut , Palangkaraya(PKY).
Bandar Udara Internasional Samarinda (SRI).
Bandar Udara Internasional Juwata, Tarakan(TRK).
Bandar Udara Internasional Kalimarau, Berau(BEJ).
Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman , Balikpapan(BPN).
Bandar Udara Internasional Warukin, Tabalong(NNX).
Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru(BDJ)
Bandar Udara Internasional Beringin, Muara Teweh(MTW).

5. Pulau Sulawesi

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Sulawesi, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Sulawesi:

Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri, Palu(PLW).
Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado(MDC).
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar(UPG).
Bandar Udara Haluoleo, Kendari(KDI).
Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk(LUW).
Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo(GTO).
Bandar Udara Matahora, Wangi - wangi(WKB).
Bandar Udara Maranggo, Pulau Tomia(TMI).

6. Kepulauan Maluku

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Kepulauan Maluku, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Kepulauan Maluku.

Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon(AMQ).
Bandar Udara Sultan Baabullah, Ternate.

7. Pulau Papua

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin mendarat atau menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Papua, berikut ini adalah daftar bandar udara yang ada di Pulau Papua.

Bandar Udara Internasional Yos Sudarso, Nabire(NBX).
Bandar Udara Sentani , Jayapura(DJJ).
Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak(BIK).
Bandar Udara Internasional Iskak, Oksibil(ORG).
Bandar Udara Tanah Merah, Tanah Merah(TMH).

B. Akses Laut

Sebagai negara kepulauan sekaligus negara maritim, jalur laut Indonesia juga tersedia bagi Anda yang ingin berkunjung ke Indonesia melewati laut. Kapal laut adalah alat transasi laut yang dapat Anda tumpangi untuk menuju Indonesia.

Kapal laut yang Anda tumpangi akan berlabuh di pelabuhan yang sesuai dengan tujuan Anda di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Pelabuhan-pelabuhan besar yang bisa Anda pilih adalah sebagai berikut.

1. Pulau Sumatera

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Sumatra, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Pulau Sumatra.

Pelabuhan Bakaheuni, Lampung.
Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Pelabuhan Bengkulen, Bengkulu.
Pelabuhan Panjang, Lampung.
Pelabuhan Palembang, Sumatera Selatan
Pelabuhan Sabang, Nangroe Aceh Darusalam.
Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat.
Pelabuhan Ulee Lheue, Nangroe Aceh Darusalam.

2. Pulau Jawa

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Jawa, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Pulau Jawa.

Pelabuhan Merak, Banten.
Pelabuhan Tanjung Mas, Jawa Tengah.
Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta.

3. Pulau Bali dan Nusa Tenggara

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara.

Pelabuhan Benoa, Bali.
Pelabuhan East Lombok Regency, Nusa Tenggara Barat.
Pelabuhan Waijarang, Lembata Regency, Nusa Tenggara Timur.

4. Pulau Kalimantan

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Kalimantan, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Pulau Kalimantan.

  • Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
  • Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  • Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat.

5. Pulau Sulawesi

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Sulawesi, berikut ini adalah pelabuhan yang ada di Pulau Sulawesi.

Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan.

6. Kepulauan Maluku

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Kepulauan Maluku, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Kepulauan Maluku.

  • Pelabuhan Ambon, terletak di Provinsi Maluku.
  • Pelabuhan Dobo, Wilayah Pulau Aru, Maluku.
  • Pelabuhan Banda Naira, Maluku Tengah, Maluku.

7. Pulau Papua

Jika Anda berkunjung ke Indonesia dan ingin menuju langsung ke salah satu wilayah atau kota yang ada di Pulau Papua, berikut ini adalah daftar pelabuhan yang ada di Pulau Papua.

  • Pelabuhan Jayapura, Papua.
  • Pelabuhan Merauke, Papua.

Transportasi di Indonesia

Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia memiliki berbagai alat transasi yang cukup beragam. Berikut ini adalah beberapa jenis alat transasi yang ada di Indonesia

Transportasi Laut

Sebagai negara kepulauan sekaligus negara maritim, jalur laut merupakan salah satu jalur andalan Indonesia untuk sarana transasi penghubung antarkota, antarpulau, bahkan antarnegara. Alat transasi laut yang ada di Indonesia juga beragam jenisnya yaitu antara lain kapal layar, kapal feri, kapal besar pengangkut penumpang, kapal kontainer besar pengangkut barang, hingga kapal bermotor yang kecil.

Kapal-kapal feri biasanya membuka dan melayani pelayaran menuju selat-selat antarpulau yang berdekatan, khususnya antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa dan antara Pulau Jawa dan pulau-pulau di Kepulauan Sunda Kecil.

Sementara itu, beberapa kapal feri jenis tertentu juga melayani rute pelayaran internasional menuju Selat Malaka, Malaysia, Singapura, dan ke beberapa pulau kecil di Indonesia misalnya Pulau Batam.

Transportasi Darat

Dibandingkan transasi laut, transasi darat di Indonesia lebih menyediakan banyak pilihan armada antara lain adalah bus kota, bus antarkota, bus trans (TransJakarta, TransBandung, TransJogja), angkutan umum, kereta api, taksi, bajaj, becak, ojek, delman, dan lain sebagainya. Sebagian besar penduduk di Indonesia, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, biasanya memiliki kendaraan pribadi berupa mobil atau motor pribadi.

Kereta api Commuterline saat ini adalah alat transasi darat yang saat ini menjadi favorit sebagian besar masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di wilayah kota metropolitan, Jakarta, dan kota satelit, Bodetabek. Kereta api Commuterline menjadi alat transasi favorit karena selain biayanya yang murah juga dapat menghindari kemacetan kota Jabodetabek yang padat.

Sementara itu, di kota-kota lainnya yang ada di Indonesia, alat transasi seperti bus kota dan angkutan umum merupakan alat transasi darat yang sering digunakan oleh sebagian besar masyarakat. Tidak jarang juga yang menggunakan mobil dan motor pribadi.

Transportasi Udara

Indonesia juga menyediakan sistem transasi udara bagi masyarakat yang ingin berpergian menuju berbagai kota yang ada di Indonesia maupun menuju berbagai negara. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar lebih dari 7 maskapai penerbangan baik milik pemerintah maupun milik swasta yang membuka rute penerbangan domestik dan internasional.

Pesawat terbang adalah alat transasi udara yang akan sangat berguna untuk menuju wilayah yang tidak bisa dijangkau dengan alat transasi darat dan laut, misalnya saja menuju Eropa. Selain itu, dilihat dari segi biaya dan efektivitas serta efisiensi waktu, pesawat terbang menawarkan keuntungan yang lebih banyak dengan selisih harga yang tidak beda jauh dengan transasi darat dan laut.

Hotel di Indonesia

Indonesia memiliki berbagai jenis industri pariwisata salah satunya adalah tempat penginapan atau hotel. Berbagai jenis hotel mulai dari hotel bintang lima hingga hotel murah meriah tersedia dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Hotel Kelas Standar/Hotel Kelas Bawah/Hotel Budget

Hotel kelas standar/hotel budget  biasanya lebih diminati oleh para backpaker dalam negeri maupun luar negeri yang ingin menekan sekaligus menghemat biaya penginapan. Hotel budget ini biasanya juga menyediakan beberapa promo menarik dengan pelayanan yang baik dan harga yang terjangkau. Anda bisa memilih berbagai hotel budget yang sesuai dengan anggaran dan fasilitas yang Anda inginkan.

Hotel Kelas Menengah

Hotel kelas menengah biasanya dipilih oleh para wisatawan yang menginginkan kenyamanan beristirahat yang lebih dalam liburannya. Hotel kelas menengah biasanya meliputi hotel yang berbintang 2 hingga bintang 3. Fasilitas dan pelayanan yang diberikan hotel kelas menengah biasanya sudah memenuhi standar pelayanan yang berkualitas.

Hotel Mewah

Hotel mewah merupakan kategori hotel untuk hotel berbintang 4 hingga bintang 5. Hotel mewah biasanya dipilih oleh para wisatawan yang tidak hanya menginginkan kenyamanan lebih, namun juga fasilitas yang mewah dan dapat memanjakan liburan para wisatawan ini.

Iklim di Indonesia

Sebagai negara yang berada di lintas garis khatulistiwa, Indonesia memiliki tiga iklim yaitu sebagai berikut.

A. Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim musim atau iklim muson adalah iklim yang sangat dipengaruhi oleh angin musim yang berganti arah setiap setengah tahun sekali. Angin musim terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Angin Musim Barat Daya, angin yang bertiup antara bulan Oktober - April  (musim penghujan).

2. Angin Musim Timur Laut, angin yang bertiup antara bulan April - Oktober (musim kemarau).

B. Iklim Tropis (Iklim Panas)

Dampak langsung dari letak negara Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa adalah Indonesia beriklim tropis (panas). Berkaitan dengan hal tersebut juga, Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

C. Iklim Laut

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar daratannya dikelilingi oleh lautan dan samudera. Oleh karena itu, Indonesia memiliki iklim laut. Iklim laut bersifat lembab dan banyak mendatangkan hujan yang seringkali disertai badai.

Bahasa Daerah di Indonesia

Indonesia memiliki satu bahasa nasional yang sekaligus menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Selain itu, menurut situs Ethnologue.com, di Indonesia terdapat sekitar 719 bahasa daerah yang di antaranya bahasa daerah tersebut banyak tersebar di wilayah Papua dan Kalimantan dan paling sedikit di Pulau Jawa.  

Objek Wisata di Indonesia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki berbagai keindahan alam serta budaya yang menakjubkan. Keindahan alam dan budaya ini mampu menarik wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Berikut ini adalah daftar objek wisata alam yang terpopuler yang ada di Indonesia.

Raja Ampat

Raja Ampat atau Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu kepulauan yang menjadi kebanggaan Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Papua Barat. Kepulauan Raja Ampat berbentuk empat gugusan pulau yang posisinya saling berdekatan. Raja Ampat terkenal dengan keindahan dunia bawah lautnya.

Gradasi warna biru dan hijau air laut serta keanekaragaman hayatinya membuat pulau ini memiliki daya tarik yang cukup besar untuk menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, posisi Kepulauan Raja Ampat yang berada di pusat segitiga karang dunia membuat kepulauan ini dijuluki sebagai Kawasan Amazon Lautan Dunia.

Pulau Bali

Pulau Bali merupakan pulau sekaligus tempat wisata yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Hampir sebagian besar wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara mengenal pulau ini dan pernah datang berkunjung ke Bali.

Wisatawan mancanegara yang sering berkunjung ke Bali biasanya yang berasal dari Australia.  Di Pulau Bali sendiri terdapat banyak tempat wisata yang dapat didatangi mulai dari Pantai Kuta, Ubud, Tanah Lot, Bedugul, Kintamani dan masih banyak lagi yang lainnya.

Taman Laut Bunaken

Taman Laut Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman laut ini juga berada tepat di area Segitiga Terumbu Karang serta menjadi habitat bagi lebih dari 390 spesies terumbu karang dan juga berbagai spesies ikan, reptil, moluska, dan mamalia laut.

Taman Laut Bunaken memiliki lebih dari 30 titik menyelam sekaligus menjadi taman laut pilihan dan favorit favorit banyak penyelam domestik maupun mancanegara. Taman Laut Bunaken ini juga merupakan salah satu tempat wisata yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Trio Gili

Trio Gili adalah sebutan untuk tiga pulau cantik yang ada di Lombok yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Dari ketiga pulau tersebut yang paling populer adalah Gili Trawangan. Dilihat dari segi ukuran, Gili Trawangan lebih luas jika dibandingkan dengan kedua pulau yang lainnya.

Di Gili Trawangan juga tersedia tempat hiburan seperti kafe dan bar. Di pulau ini, Anda juga bisa melakukan aktivitas lainnya seperti berjemur, diving, snorkeling, menyewa sepeda, naik cimodo, serta naik kereta kuda untuk megelilingi pulau yang indah ini.

Akan tetapi, keindahan Gili Meno dan Gili Air juga tidak kalah bagus dan menariknya dibandingkan dengan Gili Trawangan. Daya tarik yang dimiliki kedua pulau ini antara lain adalah keindahan pantai, alam bawah laut, serta suasana pantai yang tenang dan tidak seramai Gili Trawangan. Kedua pulau ini cocok bagi Anda yang ingin menenangkan diri dan menghilang sejenak dari keramaian.

Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta yang disebut juga sebagai kota pelajar ini sangat terkenal dengan wisata budayanya, keramah-tamahan warganya, serta kenyamanan kotanya. Tempat wisata yang terdapat di kota ini antara lain adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Pantai Parangtritis, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Gunung Bromo

Gunung Bromo berlokasi di Jawa Timur tepatnya di Taman Nasional Tengger Semeru. Di Gunung Bromo, Anda dapat mengunjungi kawah Bromo sekaligus menikmati pesona matahari terbit dan keindahan dari puncak gunung Bromo.

Wakatobi National Park

Taman Nasional Wakatobi terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi tenggara. Taman Nasional Wakatobi memiliki area seluas 1,39 juta hektar. Taman Nasional Wakatobi kaya akan keanekaragaman hayati laut dan karangnya. Dari total 850 spesies karang yang ada di dunia, sekitar 750 spesiesnya ada di Taman Nasional Wakatobi.

Selain itu, tempat ini memiliki keindahan bawah laut yang tidak kalah bagusnya jika dibandingkan dengan Raja Ampat dan Taman Laut Bunaken. Bagi Anda yang menyukai diving ataupun snorkling, Taman Nasional Wakatobi akan memberikan surga bawah laut sekaligus pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda.

Danau Toba

Danau Toba adalah danau yang memiliki kawah dan terdapat pulau kecil di bagian tengahnya dan terletak di Provinsi Sumatra Utara. Danau Toba memiliki luas yang hampir sama dengan luas beberapa kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Oleh karena itu, danau toba dinobatkan sebagai danau yang terluas di wilayah Asia Tenggara.

Tana Toraja

Tana Toraja merupakan satu salah tempat wisata alam sekaligus wisata budaya yang paling terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Di Tana Toraja, Anda dapat menikmati keindahan alam yang luar biasa mulai dari deretan pegunungan dan hijaunya perbukitan.

Selain itu, Anda juga dapat melihat kebudayaan asli khas suku Toraja yang tinggal di daerah tersebut. Kadang-kadang, suku asli setempat seringkali menyelenggarakan upacara-upacara adat yang dapat disaksikan oleh para wisatawan salah satunya adalah Upacara Adat Rambu’ Solo.

Danau Sentani

Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan terletak di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Di danau ini, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, hingga berkeliling danau dengan menyewa perahu.

Mal-mal di Indonesia

Selain objek wisata alam dan wisata budaya, Indonesia juga memiliki objek wisata belanja berupa mal-mal besar. Berikut ini adalah daftar mal terbaik yang ada di Indonesia.

Grand Indonesia Shopping Town

Berlokasi di Jalan M.H. Thamrin nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Nomor telepon: 021-2358001

Plaza Indonesia

Berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Kav. 28-30, Jakarta Pusat.

Nomor telepon: 021-29920000.

Ciputra World

Berlokasi di Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Jakarta Selatan.

Nomor telepon: 021-5207333.

Summarecon Mall Bekasi

Berlokasi di Jalan Bulevar Ahmad Yani Blok M, Sentra Summarecon, Bekasi.

Nomor telepon: 021-29572888.

Trans Studio Mall - Bandung

Berlokasi di Jalan Gatot Subroto nomor 289, Bandung.

Nomor telepon: 022-91099999.

Bandung Indah Plaza

Berlokasi di Jalan Merdeka nomor 56, Bandung.

Nomor telepon: 022-4230850.

Ciputra World Surabaya

Berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono nomor 89, Jawa Timur.

Nomor telepon: 031-51200088.

Paragon City Mall

Berlokasi di Jalan Pemuda No 118, Semarang.

Nomor telepon: 024 - 3562111.

Sun Plaza

Berlokasi di Jalan K.H. Zainul Arifin, Medan.

Nomor telepon: 061-4501000.

Museum-museum di Indonesia

Selain objek wisata alam, wisata budaya, dan wisata belanja, Indonesia juga memiliki objek wisata sejarah berupa museum. Berikut ini adalah daftar museum yang ada di Indonesia yang bisa Anda kunjungi.

Museum Nasional

Berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat nomor 12, Jakarta Pusat.

Nomor telepon: 021-3868172.

Museum Bank Indonesia

Berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara nomor 3, Jakarta Barat.

Nomor telepon: 021-2600158.

Museum Kartun Indonesia

Berlokasi di Jalan Sunset Road nomor 85, Kuta, Bali.

Nomor telepon: 0361-8477425.

Museum Geologi Bandung

Berlokasi di Jalan Diponegoro nomor 57, Cihaurgeulis, Bandung.

Nomor telepon: 022-7213822.

Museum Listrik dan Energi Baru

Berlokasi di Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur.

Nomor telepon: 021-8413451.

Museum Transasi

Berlokasi di Jalan Raya TMII, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Nomor Telepon: 021-8400482.

Museum Layang-layang

Berlokasi di Jalan H. Kamang nomor 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Nomor telepon: 021 - 7658075.

Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Berlokasi di Jalan Pangurakan nomor 6, Ngupasan, Yogyakarta.

Nomor telepon: 02-274-376775.

Museum Mpu Tantular

Berlokasi di Jalan Raya Buduran - Jembatan Layang Sidoarjo, Jawa Timur.

Nomor telepon: 031-8056688.

Museum Kereta Api Ambarawa

Berlokasi di Jalan Stasiun nomor 1,  Ambarawa, Semarang.

Nomor telepon: 0298 - 91035.

Rekomendasi Tempat Makan di Indonesia

Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia hadir dalam bentuk wisata kuliner. Indonesia memiliki beragam kuliner khas yang terkenal dengan bumbu rempah-rempahnya yang kuat. Setiap wilayah atau kota di Indonesia memiliki kuliner khasnya masing-masing.

Jika Anda berkunjung ke salah satu kota atau wilayah di Indonesia, pastikan Anda mengunjungi restoran atau warung makan setempat yang menyajikan kuliner khas kota tersebut.

Tips Wisata di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin berwisata ke Indonesia:

1. Pilihlah objek wisata yang paling menarik, tiket wisata paling murah, dan penginapan terbaik di Indonesia.

2. Carilah penginapan yang dekat dengan objek wisata yang Anda inginkan.

3. Jika Anda ingin membeli cenderamata atau suvenir khas, belilah di pasar tradisional. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan jika membeli di toko suvenir.

Hal yang Perlu Anda Tahu di Indonesia

Berikut ini adalah nomor-nomor penting yang perlu Anda ketahui dan catat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat:

Police: 110

Ambulance: 118 dan 119

SAR National Agency: 115

Fire House: 113 atau 1131