Salah satu kota di Provinsi Jawa Barat ini dikenal dengan julukan Kota Hujan karena memang curah hujan yang sangat tinggi. Meski kota ini tidak terlalu besar, tetapi termasuk kota yang ramai dengan berbagai aktivitas karena posisinya berada di tengah antara Jakarta dengan Bandung, sehingga kota ini juga disebut kota transit. Dengan letak yang strategis tersebut, tak jarang dikunjungi masyarakat dari kota lain.

Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang berarti tanpa kecemasan atau aman tenteram. Hari Jadi Kota dan Kabupaten Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni berasal dari hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran pada 3 Juni 1482. Selanjutnya, kota ini diberi nama Bogor yang berarti enau sebagai kota penelitian pertanian pada abad ke-19 dengan berdirinya lembaga-lembaga penelitian pertanian. Salah satunya adalah Institut Pertanian Bogor yang berdiri sejak awal abad ke-20.

Sejalannya waktu Bogor terus berkembang dan hadir dengan infrastruktur dan perekonomian yang baik. Hal ini terlihat dengan menjamurnya pusat perbelanjaan, pusat kuliner dan juga sarana pendukung kegiatan seperti hotel-hotel, mulai dari bintang satu hingga empat. Oleh karena itu, Bogor juga menjadi tujuan wisata akhir pekan yang ramai dikunjungi masyarakat. Selain itu, Bogor juga sering dikunjungi oleh para petinggi negara dan perwakilan negara sahabat sebab terdapat Istana Bogor sebagai istana kepresidenan yang berada di tengah kota dan berdampingan dengan Kebun Raya Bogor. Keduanya menjadi ikon Kota Bogor.

Wilayah Utama Bogor

Dengan luas wilayah 118.50 km2, Bogor dibagi menjadi enam kecamatan, diantaranya :

  • Bogor Tengah
  • Bogor Selatan
  • Bogor Timur
  • Bogor Barat
  • Bogor Utara
  • Tanah Sareal

Sejarah Bogor

Hampir secara umum penduduk Bogor mempunyai keyakinan bahwa Kota Bogor memiliki hubungan lokatif dengan Kota Pakuan, ibukota Kerajaan Pajajaran. Asal usul dan arti Pakuan sendiri terdapat dalam berbagai sumber. Misalnya, Naskah Carita Waruga Guru (1750-an) menerangkan bahwa nama Pakuan Pajajaran didasarkan banyak pohon Pakujajar di lokasi tersebut.

Pendapat lain juga menjelaskan bahwa “Pakuan” bukanlah nama, melainkan kata benda umum yang berarti ibukota (hoffstad) yang harus dibedakan dari keratin. Berdasarkan keadaan topografi, istana Pakuan di Pajajaran terletak di antara Sungai Besar dengan Sungai Tanggerang (dikenal Ciliwung dan Cisadane).

Fakta lain juga ditemukan dalam Prasasti Batutulis (nomor 1 dan 2) sedangkan nomor 3 bisa dijumpai pada Prasasti Kebantenan di Bekasi. Nama keraton Pakuan Pajajaran meluas menjadi nama ibukota dan akhirnya menjadi nama negara.

Cara ke Bogor

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai Bogor. Kota ini sangat strategis dengan akses jalan yang banyak. Berikut beberapa cara ke Bogor, yakni :

Pesawat

Kota ini memang tidak memiliki bandara untuk penumpang, hanya ada bandara yang dimiliki Angkatan Udara. Namun, Anda dapat mendarat di Bandara Soekarno Hatta atau Halim Perdanakusuma. Selanjutnya, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan bus DAMRI tujuan Bogor.

Kereta

Alternatif yang mudah, cepat dan murah adalah menggunakan kereta commuter yang berhenti di Stasiun Bogor atau Stasiun Buitenzorg. Kereta commuter ini melayani kawasan Jabodetabek. Selain itu, ada juga Kereta Api Pangrango dari Cianjur-Sukabumi menuju Bogor yang berhenti di Stasiun Paledang, sekitar 200 meter dari Stasiun Bogor. Namun, lokomotifnya langsir di Stasiun Bogor karena Stasiun Paledang hanya mempunyai satu jalur.

Stasiun Bogor termasuk peninggalan Belanda yang masih difungsikan hingga saat ini. Bangunan bergaya Eropa ini dibangun pada tahun 1881 dengan berbagai motif, seperti geometrisawan, kaki-kaki singa dan relung-relung bagian lantai. Stasiun ini sempat direnovasi oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2009 dengan jalan masuk menghadap Jalan Nyi Raja Permas. Kini bangunan stasiun dipindah menghadap Jalan Mayor Oking.

Bus Antarkota dan Bus Pengumpan Transjakarta

Bus-bus antarkota datang dari berbagai kota, tidak hanya dari wilayah Jakarta saja. Bus-bus tersebut akan berhenti di Terminal Baranangsiang yang letaknya tepat berseberangan dengan tol Jagorawi. Selain itu, ada pula bus pengumpan Transjakarta yang berhenti di Terminal Bubulak. Bus-bus ini memiliki rute yang berbeda dengan yakni melalui tol Sentul Selatan dan masuk ke tol lingkar luar Bogor (Bogor Outer Ring Road).

Transportasi di Bogor

Tak hanya disebut Kota Hujan, Bogor juga dijuluki sebagai Kota Seribu Angkot dengan banyaknya jumlah angkot dan trayeknya. Angkot yang didominasi dengan warna hijau ini melayani penumpang ke berbagai wilayah. Terminal Baranangsiang, Bubulak, Laladon dan Wangun menjadi tempat yang mudah untuk menemukan berbagai angkot tersebut. Tarifnya terjangkau Rp3.500 per orang umum dan mahasiswa untuk jarak dekat, sedangkan pelajar dikenakan sebesar Rp2.000 per orang.

Transportasi lain yang dapat digunakan adalah ojek yang biasanya mangkal di pinggiran jalan atau tempat-tempat umum. Untuk becak dan taksi memang tidak banyak dijumpai, tetapi masih dapat digunakan untuk berkeliling selama di Bogor. Sedangkan delman dapat ditemukan di sekitar pintu masuk Kebun Raya Bogor di Jalan Otista.

Hotel di Bogor

  • Hotel Pangrango 1
  • Hotel Pangrango 2
  • Hotel Pangrango 3
  • Amaris Hotel
  • Bogor Guest House
  • Hotel Santika
  • Salak The Heritage
  • The Mirah Hotel
  • Padjadjaran Suites
  • Royal Hotel
  • Braja Mustika
  • Sempur Park Hotel
  • Papyrus Tropical Garden
  • Sahira Butik Hotel
  • Hotel Ririn
  • Hotel Puri Mira
  • Pakuan Palace Hotel
  • Hotel Duta Berlian
  • Hotel Efita

Iklim di Bogor

Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330 meter dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu rata-rata 26 °C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%. Suhu rata-rata terendah adalah 21,8 °C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari.

Bahasa Daerah di Bogor

Oleh karena berada di wilayah Jawa Barat dan dulunya wilayah Kerajaan Pajajaran, sehingga bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Sunda. Meski demikian, Sunda yang digunakan tergolong kasar sebab telah mengalami akulturasi dari budaya Betawi yang dekat dengan Bogor. Banyaknya pendatang yang tinggal di Bogor pun membuat bahasa yang diterapkan sedikit berbeda.

Objek Wisata di Bogor

  • Kebun Raya Bogor
  • Istana Bogor
  • Rancamaya Golf
  • Situ Gede
  • Hutan CIFOR
  • Prasasti Batutulis
  • Taman Kencana
  • Taman Peranginan
  • Taman Malabar
  • Taman Sringanis
  • Ananda Karima
  • Taman Bermain Sempur
  • Taman Koleksi
  • Taman Topi
  • The Jungle Fest
  • The jungle
  • Marcopolo Water Adventure
  • SKI Tajur Katulampa
  • Yasmin Center

Mal di Bogor

  • Botani Square
  • Lippo Plaza
  • Bogor Trade Mall
  • Lotte Mart Wholesale
  • Plaza Indah Bogor
  • Plaza Jambu Dua
  • Pusat Grosir Bogor
  • Plaza Jembatan Merah
  • Tajur Trade Mall
  • Bogor Square
  • Yogya Bogor Junction
  • Plaza Bogor

Museum di Bogor

Museum Etnobotani diresmikan pada tahun 1982 oleh Prof. Dr. B.J. Habibie. Museum ini memiliki 2.000 artefak etnobotani dan berbagai diorama pemanfaatan flora.

Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis.

Herbarium Bogoriense terletak di Jalan Ir. H. Juanda, sebelah barat Kebun Raya Bogor. Tempat ini dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan dan memamerkan berbagai jenis daun dan buah yang telah dikeringkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Museum Tanah didirikan pada 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran kecil berupa makromonolit.

Museum Pembela Tanah Air (PETA) didirikan pada 1996 oleh Yayasan Perjuangan Tanah Air dan diresmikan oleh H. M. Soeharto (Presiden RI ke-2). Museum ini memuat empat belas diorama sebagai salah satu perwujudan miniatur yang menggambarkan proses pergerakan kebangsaan terjadi pada 3 Oktober 1943 bertempat di bekas Kesatriaan tentara KNIL/Belanda, Pabaton.

Museum Perjuangan

Hiburan Malam di Bogor

  • X-One Lounge Club
  • Lips Pool and Bar
  • NAV Karaoke
  • Fun Oke Karaoke di Botani Square
  • Steamboat Lounge
  • Buitenzorg Brews

Tempat Makan Rekomendasi Kuliner di Bogor

  • Lapis Bogor
  • Asinan Bogor
  • Bumbu Desa
  • Roti Unyil Venus Bakery
  • PIA Apple Pie
  • Macaroni Panggang
  • Michelle Bakery
  • Toge Goreng Bu Evon
  • Laksa Bogor
  • Brownies Amanda
  • Pondok Sate Kiloan
  • Mie Ayam Sidomampir

Tips Wisata di Bogor

Sedia Payung Sebelum Hujan
Pepatah tersebut tepat diterapkan di Bogor. Anda tidak akan pernah tahu kapan hujan akan turun. Namun, Bogor memiliki curah hujan tinggi sehingga persiapkan selalu payung atau jas hujan ketika berpergian ke Bogor agar perjalanan Anda lebih nyaman.

Perhitungkan Waktu Wisata
Sebaiknya berangkatlah lebih awal khususnya saat akhir pekan sebab kondisi jalan di Bogor cukup padat, terutama yang mengarah ke daerah Puncak. Kendaraan banyak lalu lalang tetapi jalan di Bogor tidak begitu lebar. Jangan sampai waktu liburan Anda habis dengan kemacetan. Begitu pula untuk pulangnya, sebaiknya belakangan agar tidak terlalu lama di jalan.

Siapkan Dana Lebih
Bogor terkenal dengan wisata kuliner dan belanja. Tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mencicipi beragam kuliner yang ditawarkan dan membeli beberapa pakaian di factory outlet yang ramai dikunjungi wisatawan. Jadi, persiapkan dana lebih untuk wisata tersebut.

Jalan Kaki
Kini taman dan jalur pedestrian kian membaik dan rapi di Bogor. Sebaiknya Anda berkeliling dengan berjalan kaki untuk mengantisipasi tingginya kemacetan di akhir pekan. Kebanyakan tempat makan atau belanja di Bogor berada berdekatan dan satu kawasan, sehingga akan memudahkan Anda untuk berburu banyak hal dengan berjalan kaki. Lebih sehat dan tidak macet kan.

Perlu Kamu Tahu di Bogor

Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor
Jalan Pandu Raya No.45, Kel. Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara
Telepon : (0251) 8328827