Kota Madiun merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota yang lumayan kecil dengan luas kurang dari 35 km2 dan penduduk hanya berjumlah 200 ribuan ini terletak 180 km di sebelah Barat kota Surabaya dan 180 km di sebelah timur laut Yogjakarta.

Madiun memiliki banyak julukan dari Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri. Banyak julukan, beragam pula potensi kuliner Madiun yang cukup memanjakan lidah Anda. Kota ini memiliki makanan khasnya yang bernama Pecel madiun serta sambel Pecel Madiun, Sego Jotos atau Nasi Jotos, dan Brem

Selain itu kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan.

Namun Madiun menyimpan catatan kelam bertahun-tahun silam, lantaran kota ini merupakan salah satu pusat pemberontakan PKI 1948. Madiun, sebuah kota di Jawa Timur yang terkenal dengan industri kereta api ternyata memiliki pesona kuliner tersendiri. Kuliner khas yang disajikan kota ini adalah nasi pecel madiun dan soto ayam kampung yang empuk.

Wilayah Utama di Madiun

Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 km² terbagi menjadi 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 12,54 km², Kecamatan Taman 13,46 Km²,dan Kecamatan Kartoharjo 11,73 km² Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga semuanya terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun.

  • Kecamatan Kartoharjo

Adalah sebuah kecamatan di Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Kartoharjo banyak terdapat home industri pembuatan Sambel Pecel. Kecamatan ini memiliki salah 2 (dua) mall dari 5 mall yang ada di Madiun, yaitu Carefur dan Sri Ratu, Stadion Wilis, Gedung Olah Raga, SMA Muhammadiyah 1, juga pasar burung, pasar besi, serta THR (Taman Hiburan Rakyat) yang ada kolam renangnya, kolam untuk bermain perahu, serta tempat pemancingan.

  • Kecamatan Manguharjo

Terletak di belahan barat kota Madiun, dengan di dalamnya terdapat Sungai Madiun yang membujur di hulu paling selatan di wilayah kelurahan Nambangan Kidul dan hilir di utara di wilayah kelurahan Sogaten dan Patihan. Beberapa perkantoran pemerintah tingkat regional ada di wilayah ini, seperti Bakorwil I Jawa Timur di Madiun, Korem 081 Dhirot Saha Jaya, Polwil Madiun, Kejaksaan Negeri Madiun, Lembaga Pemasyarakatan Madiun, Polresta, Kodim 0803, Kantor Kabupaten Madiun lengkap dengan alun-alun dan Masjid Agung Baitul Hakim nya. Juga terdapat Asrama Haji Madiun, Islamic Centre Madiun, Gereja Katolik Santo Cornellius dan asrama biarawatinya, sekolah-sekolah baik yang bertaraf lokal, nasional, Dalam peninggalan budaya di Manguharjo, terdapat pusat perguruan pencak silat terbesar, yaitu Padepokan Setia Hati sebagai sumber ilmu pencak silat Indonesia dari aliran Setia Hati Di kecamatan ini terdapat pabrik gula Redjo Agoeng dan pabrik kereta api (INKA) yang merupakan aset nasional. Juga terdapat rumah sakit milik pemkot Madiun yang merupakan rumah sakit type B, rumah sakit Santa Clara / Panti Bahagia, Rumah Sakit Islam, dan dua Puskesmas serta beberapa puskesmas pembantu di kelurahan-kelurahannya. Di kecamatan ini ada beberapa mall seperti Giant, Hypermart Matahari, President Plaza, super market-super market, mini market dan tak ketinggalan pasar tradisional masih tetap berjalan dengan baik. Kawasan Wisata Kuliner berada di sepanjang Jl. Agus Salim, yang merupakan "Malioboro"-nya Madiun, dan di seputaran alun-alun, dan Taman Bantaran Kali Madiun.

  • Mojorejo

Adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Mojorejo juga disebut daerah potensi kota madiun dalam bidang perdagangan, industri rumah tangga dan pendidikan. Ada satu bukti sejarah kuno yaitu sebuah Masjid kuno Ngrowo, Madiun yang berada di lingkungan Ngrowo yang bernama Masjid Al - Arrowiyah. Taman adalah sebuah kecamatan di Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

  • Kecamatan Taman

Terdapat salah satu peninggalan sejarah kota madiun yaitu masjid kuno Taman di sini terdapat pasar Sleko.

Sejarah Madiun

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonoasri.

Sejarah berawal pada masa kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan Dolopo. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun). Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati.

Pangeran Timoer dilantik menjadi Supati di Purabaya tanggal 18 Jull 1568 berpusat di desa Sogaten. Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518-1568. Pada tahun 1575 pusat pemerintahan dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

Pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timoer (Panembahan Rama) kepada putrinya Raden Ayu Retno Djumilah. Bupati inilah selaku senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur. Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya dengan Mataram menderita kekalahan berat. Pada tahun 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Djumilah dengan sejumlah kesil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutawidjaja dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang di dekat istana Kabupaten Wonorejo (Madiun)

Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Djumilah dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Pleret (Jogyakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purbaya tersebut maka pada hari jum'at Legi tanggal 16 Nopember 1590 Masehi diganti menjadi Madiun.

Cara ke Madiun

Kota Madiun dilintasi oleh Jalan raya Solo-Surabaya. Kota Madiun ini juga dilalui oleh rel kereta api, yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, yang berpusat di Stasiun Madiun. Stasiun Madiun juga memberangkatkan Kereta api sendiri, yaitu KRDI Madiun Jaya, tujuan Solo-Balapan dan Yogyakarta. Kini ada juga KRDI Arjuna tujuan Surabaya Gubeng. Lalu pada 24 Juli 2013 PT. KAI mulai membuat trayek baru jurusan Madiun-Stasiun Merak yang sampai sekarang masih beroperasi.

Transportasi umum lainnya yang menghidupkan jalur transportasi di Kota Madiun adalah Bus Antar Kota Antar Propinsi. Dalam hal ini Kota Madiun menjadi titik tengah dalam menempuh perjalanan yang melewati beberapa kota dari Propinsi Jawa Timur menuju Yogyakarta yang melintas di jalur Propinsi Jawa Tengah antara lain : Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan,Ngawi, Sragen- Surakarta( Solo) dan Yogyakarta. Terminal Purbaya sebagai sentral operasional transportasi antara kota yang melayani kedatangan dan keberangkatan bis AKAP (antar kota antar propinsi) dan AKDP (antar kota dalam propinsi) dengan jadwal keberangkatan yang cukup padat

Transportasi di Madiun

Sementara angkutan kota yang disebut warga lokal dengan sebutan "Len". Meskipun di Kota Madiun telah hadir layanan armada taksi argo sebagai alternatif transportasi yang lebih nyaman. Bagi penikmat transportasi tradisional yang ekonomis harganya, di tiap sudut kota madiun masih terdapat becak dan ojek yang siap mengantar ke tempat tujuan di Kota Madiun.

Hotel di Madiun

  • The Sun Hotel Madiun Alamat: Kawasan Bisnis dan Rekreasi Suncity Festival Jl. Let.Jen.S. Parman No. 8, Madiun, Jawa Timur
  • Aston Madiun Hotel and Conference Center Alamat: Jl. Mayjen Sungkono No. 41, Madiun, Jawa Timur
  • Hotel Merdeka Alamat: Jl. Pahlawan 42, Madiun, Jawa Timur
  • Hotel Setia Budi Madiun Alamat: Jl. Mangga, Kec. Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur
  • Amaris Hotel Madiun Alamat: Jalan Kalimantan No.30, Kec.Kartoharjo, Kec. Madiun, Jawa Timur Hotel Madiun Alamat: Jalan Pahlawan No. 75, Mangunharjo, Kec. Madiun, Jawa Timur
  • Hotel Tedjo Alamat: Jl. Doktor Sutomo No. 61, Kec. Madiun, Jawa Timur

Iklim di Madiun

Rentang temperatur udara antara 20 °C hingga 35 °C. Rata-rata curah hujan Kota Madiun turun dari 210 mm pada tahun 2006 menjadi 162 mm pada tahun 2007. Rata-rata curah hujan tinggi terjadi pada bulan-bulan di awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata curah hujan rendah terjadi pada pertengahan tahun.

Bahasa Daerah di Madiun

Bahasa Jawa Madiun dipergunakan di daerah Jawa Timur kadipaten Mediyun atau yang sekarang disebut eks Karesidenan Madiun yakni kota Madiun, kabupaten Madiun, kabupaten Ngawi, kabupaten Magetan, kabupaten Ponorogo, dan kabupaten Pacitan, semuanya dalam wilayah provinsi Jawa Timur. Ciri utamanya adalah dalam intonasi. Orang Madiun sering memberi tekanan pada suku kata pertama, contohnya "bocah kok kurang ajar banget" diucapkan "byuh, byuh... buocah kok kurang ajiar men".

Objek Wisata di Madiun

  • Wana Wisata Grape
  • Monumen Kresek
  • Taman Rekreasi Umbul
  • Air Terjun Krecekan Denu
  • Air Terjun Serondo
  • Dumilah Park
  • Waduk Kedungbrubus
  • Situs Nglambangan madiun
  • Bendungan Bening Madiun
  • Sun City And Theme Park Madiun
  • Wisata Dumilah Waterpark
  • Wisata Air Terjun Seweru

Mal di Madiun

  1. Plaza Madiun Alamat: Jl. Pahlawan, Kec. Madiun, Kota Madiun, Jawa Timur
  2. Matahari Departemen Store Alamat: Jl. Pahlawan, Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur
  3. Timbul Jaya Plaza (Giant Supermarket) Alamat: Jl. Pahlawan, Mangu Harjo, Kota Madiun, Jawa Timur

Museum di Madiun

Monumen Kresek

Alamat: Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Monumen ini adalah monumen bersejarah yang merupakan peninggalan dan sebagai saksi atas Peristiwa Madiun. Lokasi peninggalan sejarah dengan luas 2 hektar ini, berada 8 km ke arah timur dari kota Madiun yang terdiri dari monumen dan relief peninggalan sejarah tentang keganasan PKI pada tahun 1948 di Madiun. Adapun fasilitas wisata yang ada di tempat ini, antara lain, pendopo tempat istirahat, taman tanaman langka dan dilengkapi pula areal parkir. Monumen ini diresmikan pada tanggal 10 Juni 1991 oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Soelarso. Didekat monumen ini juga terdapat prasasti batu yang mengukir nama nama prajurit TNI dan pamong desa yang gugur dalam pertempuran melawan PKI di desa kresek maupun karena dibantai oleh PKI.

Hiburan Malam di Madiun

  1. Kimura Alamat: Jl. Progo No. 1, Madiun, Jawa Timur
  2. Fire Club Alamat: Jl. HOS Cokroaminoto No. 146, Pandean, Taman, Kec. Madiun, Jawa Timur
  3. Diva Family Karaoke Alamat: Jl. Letjend S Parman No. 08, Madiun, Jawa Timur
  4. Happy Puppy Karaoke Alamat: JL. Cokroaminoto, No. 93, Madiun, Jawa Timur
  5. Fire Club Restaurant & Discotheque Alamat: Jl Hos Cokroaminoto 146, Madiun, Jawa Timur

Tempat Makan Rekomendasi di Madiun

  • Lombok Idjo Madiun

Alamat: Jl. Kalimantan 36 Madiun, Madiun, Indonesia

  • Ayam Goreng Kemangi

Alamat: Jalan Sulawesi 2 A, Madiun

  • Gado - Gado Pak Tomo

Alamat: Jl. Bliton no. 20 | Depan Rumah Sakit St. Clara, Madiun, Indonesia

  • Nasi Pecel Bu Wir Kabul

Alamat: Jl. Hos. Cokroaminoto 137, Madiun,

  • Depot Tahu Telor atau Depot Rasa Tunggal

Alamat: Jalan Merbabu, Madiun, Jawa Timur

  • Dawet Suronatan

Alamat: Jalan Merbabu, Madiun, Jawa Timur

  • Warung Pecel Pojok

Alamat: Jalan Cokroaminoto 117, Madiun.

  • Soto Ayam Kampung Pak Sutopo

Alamat: di Jalan Semeru. Warung soto sederhana ini terletak di sebelah Hotel Kartika Abadi.

  • Nasi Pecel Madiun 99

Alamat: Jalan Cokroaminoto 99, Madiun, Jawa Timur

  • Jiero Wedangan Madiun

Alamat: Jl. Bali 17 Madiun, Jawa Timur

  • Warung Soto Ayam Jawa Resep Pak To

Alamat: Jl. Asahan, Madiun, Jawa Timur

Tips Wisata

Melakukan perjalanan dengan buget atau anggaran hemat tentu menjadi salah satu pilihan dalam melakukan perjalanan wisata. Sebelum melakukan perjalanan wisata hemat ke Madiun ada beberapa hal perlu diperhatikan. Pertama lakukan persiapkan dengan riset dan tentukan anggaran. Anggaran yang sangat menipis dan terbatas tentunya membuat tahapan ini merupakan proses paling panjang untuk Anda mempertimbangkan liburan. Usahakan untuk melakukan riset terlebih dahulu perihal tempat-tempat apa saja yang bisa dikunjungi dan akomodasinya.

Kedua, gunakan transportasi umum untuk menghemat anggaran liburan. Bahkan untuk beberapa kondisi, menumpang teman atau orang lain sangat berguna untuk menghemat pengeluaran Anda. Menggunakan transportasi umum akan membantu Anda bertemu dengan banyak orang yang bisa dijadikan teman liburan sehingga memungkinkan peluang Anda bisa berhemat.

Ketiga, tentukan tempat menginap atau hotel saat berada di Madiun. Pilihlah yang seusai degan anggaran Anda, ada baiknya jika memiliki sanak keluarga di Kota ini, Anda dapat menumpang tinggal sementara disana, sekalian silaturahmi. Keempat, pilihlah makanan Lokal dan pinggiran bukan berarti menghilangkan esensi dari wisata kuliner. Sebaliknya, makanan tersebut mendekatkan diri Anda dengan nilai kearifan lokal setempat. Hal ini jelas berguna untuk menghemat anggaran liburan Anda.

Perlu Kamu Tahu

  • Polres Madiun Jl. Soekarno-Hatta No. 66, Madiun, Jawa Timur
  • Polres Madiun Kota Jl. Sumatera, Madiun, Jawa Timur