Kota Tangerang adalah salah satu kota terbesar di Provinsi Banten yang menjadi pintu gerbang utama Indonesia dengan keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tangerang juga menjadi kota satelit DKI Jakarta dengan pertumbuhan pesat, salah satunya terdapat kawasan industri yang memiliki aneka industri dari perusahaan lokal dan internasional di sekitar Balaraja, Cisoka dan Cikupa sebagai pusat manufaktur. Namun, kota ini masih mempunyai lahan persawahan yang sangat luas meski keberadaannya terus terdesak oleh industrialisasi dan perluasan kota.

Sebagian besar warga yang berdiam di Kota Tangerang beretnis Tionghoa yang berasal dari campuran Cina Benteng. Awalnya mereka didatangkan sebagai buruh oleh colonial Belanda pada abad ke-18 dan 19. Kawasan pecinan Tangerang berlokasi di Pasar Lama, Benteng Makassar, Kapling dan Karawaci (bukan Lippo Village), serta Poris. Barang-barang dan makanan khas Cina terdapat di kawasan tersebut. Sementara itu, Lippo Village adalah lokasi permukiman baru yang kebanyakan penduduknya adalah pendatang, bukan asli Cina Benteng.

Perluasan urban Jakarta dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan banyak penduduk Tangerang berkomuter ke Jakarta untuk kerja atau sebaliknya. Infrastruktur dan fasilitas lengkap dikembangkan di Kota Tangerang, seperti pusat perbelanjaan, sekolah swasta, minimarket, hotel dan sistem jalan tol untuk mengakomodasi arus lalu lintas ke dan dari Tangerang.

Wilayah Utama Tangerang

Dengan luas wilayah 14.719 Ha, Kota Tangerang terbagi dalam beberapa wilayah, diantaranya:

  • Batuceper
  • Benda
  • Cibodas
  • Cipondoh
  • Ciledug
  • Jatiuwung
  • Karangtengah
  • Karawaci
  • Larangan
  • Neglasari
  • Periuk
  • Pinang
  • Tangerang

Sejarah Tangerang

Menurut pengetahuan masyarakat Tangerang, nama daerah ini dulunya adalah Tanggeran yang berasal dari bahasa Sunda, yakni tengger dan perang. Tengger artinya tanda berupa tugu yang didirikan sebagai batas wilayah kekuasaan Banten dan VOC, sekitar pertengahan abad ke-17. Daerah yang dimaksud berada di bagian sebelah barat Sungai Cisadane (Kampung Grendeng di ujung Jalan Otto Iskandar Dinata sekarang.

Perubahan sebutan dari Tanggeran menjadi Tangerang terjadi saat daerah ini dikuasai VOC sejak ditandatangani perjanjian antara Sultan Haji dan VOC pada 17 April 1684, di mana seluruhnya masuk kekuasaan Belanda. Ternyata, kompeni yang berasal dari Makassar tidak mengenal huruf mati dan terbiasa menyebut Tanggeran dengan Tangerang. Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang diwariskan hingga kini.

Cara ke Tangerang

  • Pesawat

Ini cara mudah yang dimanfaatkan banyak orang dari luar Pulau Jawa menuju Tangerang sebab pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang. Bandara ini juga terletak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Jakarta dan melayani penerbangan domestik dan internasional. Hampir semua maskapai penerbangan beroperasi di bandara ini, baik tipe Low Cost Carriers (LCC) atau Full Service. Pajak bandara untuk penerbangan domestik sebesar Rp40.000 per orang dan internasional sebesar Rp150.000 per orang. Namun, kini maskapai local telah menyertakan biaya tersebut dalam harga tiket, sehingga penumpang tidak lagi membayarkan di bandara. Anda juga dapat memanfaatkan hotel-hotel di dekat bandara sebagai akomodasi jika tidak mau bermacetan di jalan.

  • Kereta Api

Pilihan lain menuju Tangerang terutama dari kota-kota lain di Pulau Jawa adalah kereta api. Umumnya, kereta dari Jawa tersebut berhenti di Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Jakarta Kota, lalu melanjutkan perjalanan kembali menggunakan kereta Commuter Line hingga Stasiun Tangerang. Kereta Rel Listrik Commuter Line merupakan jalur kereta api listrik yang melayani rute komuter untuk wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan. Akses rute Tangerang dapat ditemukan dari stasiun transit, yakni Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang sebagai pemberhentian terakhir, begitu pula sebaliknya.

  • Bus

Jika Anda berada di Jakarta, ada banyak bus ukuran besar dan sedang yang melayani rute Tangerang. Bus-bus tersebut dapat ditemukan di Terminal Blok M, Senen, Kampung Rambutan dan Pulo Gadung dengan tujuan akhir Terminal Cimone dan Poris Plawad di Tangerang. Terminal Bus Cimone merupakan terminal penumpang tipe B yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan. Letaknya di Kelurahan Cimone Raya, Karawaci. Sementara, Terminal Poris merupakan terminal terpadu karena posisinya strategis berdekatan dengan Jakarta dan bandara. Selain itu, juga didukung dengan infrastruktur yang memadai, seperti Jalan Tol Bandara-Kunciran dan Jalur Kereta Bandara-Batuceper.

Transportasi di Tangerang

  • Angkot

Untuk berkeliling Kota Tangerang, gunakanlah angkutan kota atau angkot yang sangat mudah ditemukan, bahkan di pinggir jalan sekalipun. namun, bertanyalah terlebih dahulu rute angkot tersebut apakah melewati tujuan Anda, sehingga Anda tidak akan tersasar. Tarif angkot berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per orang.

  • Taksi

Untuk kenyamanan, taksi bisa menjadi pilihan agar tidak repot, kepanasan dan berdesakan dengan penumpang lainnya. Ada banyak jenis taksi di Tangerang yang dapat digunakan tetapi sebaiknya gunakan taksi yang memiliki argometer agar Anda tidak tertipu dengan tarif taksi tersebut.

Hotel di Tangerang

  • Swift Inn Aeropolis Airport
  • POP! Hotel Airport Jakarta
  • Puspamaya Airport Hotel
  • Zest Hotel Airport Jakarta
  • Padjadjaran Suites Business & Conference Hotel
  • Amaris Hotel Tangerang
  • Tirta Mansion Lippo Village
  • Aerofans Inn
  • Amaris Hotel Bandara Soekarno Hatta
  • FM7 Resort Hotel Jakarta
  • ParagonBiz Hotel Karawaci
  • Swiss-Belhotel Airport Jakarta
  • Allium Tangerang Hotel
  • Yasmin Hotel Karawaci
  • Hotel Aryaduta Lippo Village
  • Amaris Hotel Citra Raya
  • RedDoorz @ Soekarno Hatta

Iklim di Tangerang

Tangerang memiliki iklim tropis dengan curah hujan rata-rata dalam setahun adalah 177, 3 mm dengan temperatur udara rata-rata berkisar 23,5 sampai 32,6 0C.

Bahasa Daerah di Tangerang

Bahasa yang digunakan di Tangerang juga berbeda berdasarkan kosakata yang berbeda. Wilayah Tangerang bagian tenggara, timur, timur laut dan utara menggunakan bahasa Melayu. Tangerang bagian selatan, barat daya, barat tengah dan sebagian utara menggunakan bahasa Jawa. Namun, ada pula yang menggunakan bahasa Sunda yang menjadi sejarah dari kota ini.

Objek Wisata di Tangerang

  • Pantai Tanjung Kait
  • Pulau Cangkir
  • Situ Cipondoh
  • Masjid Seribu Pintu
  • Masjid Raya Al A’zhom
  • Taman Buaya Tanjung Pasir
  • Citra Raya World of Wonders
  • Scientia Square Park
  • Klenteng Soe Kong (Klenteng Tanjung Kait)
  • Situ Cihuni

Mal di Tangerang

  • Bale Kota Mall Tangerang
  • Tang City Mall
  • Metropolis Town Square
  • Supermall Karawaci, Lippo Village
  • Summarecon Mall Serpong, Gading Serpong
  • Cimone City Mall
  • Grand Dadap City
  • CBD Ciledug
  • Airport Hub

Museum di Tangerang

  • Museum Benteng Heritage

Hiburan Malam di Tangerang

  • De’Tones Family Karaoke
  • Wahana Billiard Club (WBC)

Tempat Makan Rekomendasi Kuliner di Tangerang

  • RM Ibu Hj. Kokom Jalan Kyai Haji Hasyim Ashari No.20, Cipondoh
  • Warung SS (Special Sambal) Jalan Ki Samaun No.165 (Pasar Lama), Tangerang
  • Bebek Royal Jalan Permata, Taman Royal 1, Tanah Tinggi
  • RM Taman Pondok Laut Jalan Baharudin No.34A, Tangerang
  • Bakmi Medan Kebon Jahe Paramount Centre Ruko, Jalan Raya Kelapa Dua, Serpong
  • Sate Mak Syukur Supermall Karawaci
  • Food Court Festival Lt.Dasar, Tangerang
  • Bambu Oju Jalan Surya Dharma No.82, Neglasari, Tangerang
  • LaCrozia Pizza Bakar Ruko Glaze 2 Gading Serpong, Jalan Raya Kelapa Dua
  • Mom Milk Café Benton Junction, Jalan Boulevard Palem Raya, Karawaci, Tangerang

Tips Wisata di Tangerang

Perhitungkan Waktu Wisata.

Sebaiknya berangkatlah lebih awal khususnya saat akhir pekan sebab Tangerang termasuk kota yang cukup ramai dengan aktivitas. Jangan sampai waktu liburan Anda habis dengan kemacetan. Begitu pula untuk pulangnya, sebaiknya belakangan agar tidak terlalu lama di jalan.

  • Bawalah Pelindung Matahari. Persiapkan diri dengan membawa pelindung matahari seperti topi dan payung apalagi saat kemarau. Lalu, gunakanlah sunblock sebelum liburan agar kulit tidak terbakar ketika liburan.
  • Rencanakan Wisata yang Dikunjungi. Meski banyak tempat wisata menarik yang patut dikunjungi, tetapi rencanakan terlebih dahulu tempat-tempat mana saja yang ingin Anda kunjungi mengingat tempatnya juga tidak berdekatan dan kondisi jalan yang ramai khususnya saat akhir pekan.

Perlu Kamu Tahu di Tangerang

Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jalan KS. Tubun No.1 Gedung Cisadane Lantai IV Kota Tangerang
Telepon : 021-55763145
Email: disporparekraf@tangerangkota.go.id