Ubud adalah sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Gianyar, provinsi Bali. Kecamatan Ubud memiliki luas wilayah 42,38 km persegi dengan jumlah penduduk 71.270 jiwa (data BPS tahun 2013). 

Daerah ini sangat berkembang berkat sektor pariwisatanya. Namun berbeda dengan apa yang ditawarkan daerah-daerah di pulau Bali bagian selatan seperti Kuta dsb, Ubud menawarkan daya tarik wisata yang lebih ‘membumi’.

Ubud paling terkenal dengan pemandangan sawah dan keseniannya. Ubud tidak punya pantai, tapi di sini ada sawah, hutan, jurang dan istana-istana dari masa Kerajaan Bali. Jika ingin mencari hasil pahatan, lukisan atau karya seni lainnya dari seniman asli Bali maupun luar negeri, ada di Ubud.

Berbagai pelukis terkenal berkembang di sini, sebut saja Walter Spies dari Jerman dan Rudolf Bonnet asal Belanda yang terkenal sejak tahun 1930-an dan menetap di Ubud. Lalu para pelukis asli Bali yang terkenal di antaranya: I Gusti Nyoman Lempad, Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Made Deblog, I Gusti Ketut Kobot, Ida Bagus Made, Dewa Putu Bedil, dan Ida Bagus Rai.

 

Wilayah Utama Ubud

Kecamatan Ubud terdiri dari 7 desa dan 1 kelurahan yaitu:

  • Desa Lodtunduh
  • Desa Peliatan
  • Desa Mas
  • Desa Petulu
  • Desa Sayan
  • Desa Singakerta
  • Desa Kedewatan
  • Kelurahan Ubud

Batas wilayahnya adalah sebagai berikut: kecamatan Tegallalang di sebelah utara, kecamatan Gianyar di sebelah timur, kecamatan Sukawati di sebelah selatan dan kecamatan Abiansemal di sebelah barat.

 

Sejarah Ubud

Ubud dikenal sejak abad ke-8, di mana kala itu pendeta Hindu dari Jawa,  Rsi Markandya datang ke Bali untuk melakukan meditasi di Bukit Campuhan yang berada tak jauh dari pusat Ubud saat ini. Nama Ubud diambil dari bahasa Bali kuno, yaitu ‘ubad’ yang berarti ‘obat’. Hal ini dikarenakan pada saat itu Campuhan merupakan pusat pengobatan alami. Kata Ubad kemudian perlahan berubah menjadi Ubud sampai sekarang.

Barulah pada tahun 1900, warga Ubud meminta keleluasaan pada Belanda untuk menjalankan segala aktivitas seni. Tahun 1930 menjadi awal berkembangnya kesenian di Ubud dengan gelaran pertunjukan seni di kota. Kemudian, kesenian Bali dikenal sampai ke mancanegara.

 

Cara ke Ubud

Pesawat

Jika Anda ingin melakukan perjalanan ke Ubud, tentunya dapat menggunakan pesawat terbang yang mendarat di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Berbagai maskapai beroperasi ke bandara tersebut, baik dari domestik maupun mancanegara. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan berbagai transportasi menuju Ubud yang berjarak sekitar 37 kilometer dari Denpasar.

Pilihan transportasi yang dapat digunakan, antara lain :

  • Taksi bandara yang biasanya tidak menggunakan argo meter. Tarif yang dikenakan sekitar Rp 250.000,-
  • Bus Perama yang haltenya berada di bandara. Nantinya bus tersebut akan berhenti di Jalan Hanoman, Ubud. Tarif yang dikenakan adalah Rp 50.000,-
  • Layanan antar jemput dari hotel tempat Anda menginap

Bus, Kendaraan Pribadi dan Kapal Ferry

Apabila Anda menggunakan jalur darat dan laut, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun bus. Nantinya akan menyeberang ke Bali melalui pelabuhan ferry di Banyuwangi. Kemudian, untuk kendaraan pribadi dapat langsung melanjutkan perjalanan hingga ke Ubud. Sementara untuk Bus Antarprovinsi hanya mengantar sampai Terminal Ubung, Denpasar dengan tarif Jakarta-Denpasar sekitar Rp 400.000,- dan Surabaya-Denpasar sekitar Rp 150.000,- (sudah termasuk tiket penyeberangan ferry). Selanjutnya Anda dapat menggunakan taksi atau sewa mobil untuk menuju Ubud.

 

Transportasi di Ubud

  • Taksi akan banyak ditemukan sepanjang jalan Ubud tetapi biasanya tidak menggunakan argo meter. Tarif yang dikenakan untuk menuju satu lokasi di Ubud mulai dari Rp 25.000,-.

  • Sewa mobil merupakan cara terbaik untuk berkeliling Ubud dengan keluarga. Penyewaan mobil ini dapat ditemukan di jalanan Ubud dan bisa mengantar Anda ke satu tujuan saja atau ke beberapa tujuan. Mobil memiliki logo bundar berwarna kuning dengan huruf E di kaca depannya sebagai tanda bahwa mobil merupakan anggota dari Asosiasi Transportasi Ubud. Perlu diperhatikan bahwa tarif yang dikenakan bukan berdasarkan jam, untuk jarak dekat mulai dari Rp30.000.

  • Sewa sepeda motor juga dapat digunakan di Ubud. Jika kesulitan mencari sendiri, pihak hotel di Ubud biasanya menawarkan bantuan untuk mencarikan sepeda motor sewaan. Tarifnya sekitar Rp 50.000,- per hari.

  • Sewa sepeda banyak ditemukan di Jalan Monkey Forest. Tarifnya berkisar Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per hari.

  • Mobil hotel merupakan jasa antar jemput dari hotel ke lokasi wisata di Ubud. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tarif, Anda dapat menanyakan ke pihak hotel tempat Anda menginap.

 

Hotel di Ubud

  • Gino Feruci Villa Ubud

Kelas: bintang 4

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 1,6 juta

  • The Evitel Resort Ubud

Kelas: bintang 4

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 900.000,- s/d Rp 2 juta

  • Alam Puri Art Museum Resort & Spa

Kelas: bintang 4

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 950.000,- s/d Rp 5,5 juta

  • Bakung Ubud Resort and Villa

Kelas: bintang 4

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 500.000,- s/d Rp 650.000,-

  • Padma Resort Ubud

Kelas: bintang 3

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 600.000,- s/d Rp 650.000,-

  • Agung Raka Resort & Villa

Kelas: bintang 3

Tarif menginap per malam untuk 2 orang: Rp 650.000,- s/d Rp 4,7 juta

  •        The Puspa Ubud Hotel
  •        Suly Resort Yoga & Spa
  •        Putri Ayu Cottages
  •        Villa Mandi Ubud
  •        Beji Ubud Resort
  •        Jungle Retreat Ubud
  •        Puri Bunga Resort and Spa
  •        Ubud Raya Hotel
  •        Bali Rich Luxury Villas & Spa Ubud
  •        Pande Permai Bungalow
  •        Bumi Ubud Resort
  •        Sens Hotel and Spa Conference Ubud Town Centre
  •        The Grand Sunti Ubud

 

Iklim di Ubud

Ubud merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 300- 600 meter di atas permukaan laut, sehingga suhu udara relatif lebih rendah dari daerah lain di Bali, seperti Kuta. Suhu udara di Ubud berkisar 23–27 0C. Musim kemarau biasa berlangsung dari April sampai Oktober, sedangkan musim hujan berlangsung dari November sampai Maret.

 

Bahasa Daerah di Ubud

Ubud menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa daerah yang digunakan sehari-hari. Namun, ada beberapa tingkatan Bahasa Bali, antara lain:

  • Bali Alus, digunakan dalam acara adat seperti pernikahan dan untuk berbicara dengan orang yang kastanya lebih tinggi
  • Bali Madya digunakan untuk berbicara dengan orang yang kastanya sama
  • Bali Kasar digunakan oleh sesama kasta sudra, kelas terendah di Bali. Digunakan juga oleh kaum bangsawan yang berbicara dengan abdi dalem atau pelayannya

 

Objek Wisata di Ubud

  • Puri Saren Agung / Istana Ubud

Puri yang didirikan pada abad ke-19 ini dulunya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Ubud. Hingga kini Puri Saren Agung dijadikan pusat kegiatan seni budaya dan adat Bali.

Setiap malam biasanya ada pertunjukan tari Bali dan dikenakan biaya tiket sebesar Rp 80.000,-. Waktu pertunjukkan berbeda-beda tergantung jenis tarian yang dipentaskan. Ada tari Legong, tari Barong, dsb. Tapi tidak ada tari Kecak di Puri Saren Aung.

Sementara jika Anda hanya ingin masuk dan melihat-lihat, datanglah sebelum pukul 18.00. Pada waktu tersebut, Anda masih bebas masuk tanpa harus membeli tiket pertunjukan tari.

Puri Saren Agung / Istana Ubud sangat mudah dijangkau. Lokasinya persis berada di tengah kota Ubud, tepatnya di Jalan Raya Utama Ubud. Di sekitar istana ada banyak restoran, kafe dan juga pasar.

 

  • Monkey Forest Ubud / Mandala Suci Wenara Wana / Sacred Monkey Forest Sanctuary

Hutan yang satu ini merupakan tempat suci yang menjadi rumah bagi ratusan monyet. Mereka dianggap suci dan dilindungi. Di dalam Monkey Forest sendiri ada sebuah pura tempat orang beribadah. Hanya umat yang ingin berdoa dan memakai pakaian sopan saja yang boleh masuk ke area pura ini.

Sementara jika Anda ingin melihat-lihat dan berinteraksi dengan monyet, ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Pertama, jangan membawa botol plastik atau kantong plastik. Jangan juga menggunakan topi atau kacamata hitam. Daripada nanti monyet-monyet itu mengambil barang-barang Anda.

Jika ingin memberi makan monyet, pastikan hanya memberi mereka pisang. Jangan memberikan mereka kacang, biskuit, roti atau makanan manusia lainnya. Hal ini bisa membahayakan pencernaan para monyet. Saat memberikan pisang pun jangan ragu-ragu atau menariknya kembali dari tangan monyet.

Juga jangan pernah menyentuh monyet-monyet yang ada di hutan ini. Mereka bisa menggigit Anda. Satu hal yang pasti, jangan pernah lengah saat Anda berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Terutama jika Anda membawa kamera. Sebaiknya gunakan pakaian tertutup (celana panjang, sepatu tertutup) karena monyet-monyet itu bisa kapan saja menghampiri dan memanjat tubuh Anda.

 

  • Pura Taman Saraswati

Tidak jauh dari Puri Saren Agung / Ubud Palace, ada satu pura tersembunyi yang cantik. Letaknya dekat Starbucks di Jalan Raya Ubud. Jika Anda melihat papan nama Cafe Lotus, maka Anda sudah berada di tempat yang benar. Begitu masuk ke dalam pura ini, Anda akan disambut oleh taman bunga teratai. Jika Anda beruntung atau datang ke sini saat seluruh bunga teratai mekar, maka dijamin Anda akan terpesona dengan kecantikannya. Masuk ke Pura Taman Saraswati tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

 

Museum di Ubud

  • Blanco Renaissance Museum

Museum ini merupakan rumah sekaligus studio mendiang maestro Don Antonio Blanco. Ada tiga daya tarik utama Blanco Renaissance Museum. Pertama, lukisan, kolase dan berbagai ilustrasi karya Blanco yang sebagian besar menampilkan wanita Bali telanjang sebagai obyek utamanya.

Inilah alasan mengapa Blanco Renaissance Museum hanya terbuka untuk dewasa saja. Daya tarik kedua adalah interior dan arsitektur bangunan bergaya campuran Spanyol - Bali yang mewah. Sementara daya tarik yang ketiga adalah taman bunga tropis yang terawat rapi dan koleksi burung-burung eksotik di area luar.

Blanco Renaissance Museum berada di Jalan Campuhan, hanya sekitar 5 menit berkendara dari Puri Saren Agung / Istana Ubud. Harga tiket masuk ke Blanco Renaissance Museum adalah Rp 50.000,-. Sudah termasuk welcome drink dan pemandu tur. Untuk jam operasionalnya, museum ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 - 17.00.

 

  • Neka Art Museum

Museum yang juga berada di Jalan Raya Campuhan ini terdiri dari 6 paviliun. Masing-masing paviliun memamerkan karya seni yang berbeda-beda. Mulai dari lukisan hingga foto-foto. Selain 6 bangunan utama, ada satu bangunan lagi yang khusus memamerkan 272 keris koleksi sang pemilik museum - Wayan Suteja Neka.

Harga tiket masuk ke Neka Art Museum adalah Rp 50.000,- (gratis untuk anak-anak di bawah 12 tahun). Senin - Sabtu, museum ini buka mulai pukul 09.00 - 17.00. Sementara pada hari Minggu, Neka Art Museum buka mulai pukul 12.00 - 17.00.

 

Tempat Makan / Rekomendasi Kuliner di Ubud

  • The Sayan House

Alamat: Jln. Raya Sayan No. 70, Ubud

Jenis hidangan: fusion Jepang - Barat

Keunggulan: pemandangan Sungai Ayung dan suasana yang romantis saat malam hari

Harga: Rp 200.000,- per orang

  • Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku

Alamat: Jalan Kayu Jati No. 12, Ubud

Jenis hidangan: nasi ayam khas Bali

Keunggulan: harga, porsi dan rasa

Harga: Rp 50.000,- per orang

  • Naughty Nuri’s (non halal)

Alamat: Jalan Raya Sanggingan, Ubud

Jenis hidangan: iga dan daging babi bakar

Keunggulan: porsi, rasa dan harga

Harga: Rp 100.000,- per orang

  • Seniman Coffee Studio

Alamat: Jalan Sriwedari, Ubud

Jenis hidangan: kopi

Keunggulan: tempat untuk penikmat kopi sejati

Harga: Rp 30.000,- s/d Rp 80.000 per orang

 

Tips Wisata di Ubud

  • Kehidupan di Ubud berjalan lebih lambat, santai dan tenang. Tidak ada hiburan malam seperti di Legian, Kuta. Jadi jika Anda ingin mencari momen liburan yang tenang, Ubud merupakan pilihan yang tepat.
  • Jika Anda tidak sengaja menginjak banten atau sajen berupa bunga dan persembahan dalam wadah janur yang biasa diletakkan di pintu masuk, sebaiknya ucapkanlah maaf kepada pemilik atau penjaga toko.

 

Perlu Kamu Tahu di Ubud

Ubud Tourist Information

Jalan Raya Ubud, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali

Telepon : (0361) 973285